Mari Bersama-sama Hindari Konten Negatif di Media Sosial Selama Ramadhan
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital—Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum menyebarkan konten-konten positif dan inspiratif kepada sesama.
Hal itu penting untuk menebarkan kebaikan sekaligus sebagai sarana muhasabah bagi setiap muslim, juga untuk menahan diri dari penyebaran konten yang bermuatan ujaran kebencian yang mengandung fitnah, ghibah, adu domba, dan maksiat lainnya.
Seruan tersebut tertuang dalam Tausiyah MUI menyambut Ramadhan 1447 H. bertanggal 20 Sya’ban 1447/17 Februari 2026 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI, KH. Anwar Iskadar dan Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan.
“Menjadikan Ramadhan momentum penyebaran konten positif-inspiratif dan sekaligus sarana muhasabah, menahan diri dari produksi, akses, serta penyebaran konten digital yang bermuatan fitnah, ghibah, adu domba (namimah), ujaran kebencian (hate speech), saling hina, maksiat, dan yang diharamkan lainya,” terangnya dalam keterangan yang beredar.
Tidak hanya itu, dalam rangka memuliakan Ramadhan, MUI pun juga mengajak lembaga penyiaran, media massa, dan pegiat sosial lainnya untuk menyuguhkan konten yang edukatif. Terlebih, konten yang menyuguhkan ajakan dan amalan-amalan di bulan suci Ramadhan.
Konten dimaksud berupa ajakan untuk bersedekah atau menjaga ukhuwah. Hal tersebut dinilai penting agar konten siaran pada Ramadhan justru kontraproduktif dengan pemuliaan Ramadhan sebagai bulan yang suci.
“Maka, MUI mengajak lembaga penyiaran, media massa, dai, muballigh, konten kreator, youtuber, selegram, dan aktivis media sosial untuk menyuguhkan siaran dan materi konten Ramadhan yang positif, edukatif, dan inspiratif seperti ajakan rajin bersedekah dan menjaga ukhuwah serta menghindari konten siaran yang kontraproduktif dengan pemuliaan bulan suci Ramadhan,” terangnya.