Lewati ke konten utama
Senin, 6 Juli 2026 / 20 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Komisi Pesantren MUI Gelar Multaqa Ru’asa al-Ma’ahid di Ponpes Al-Amien Kediri

2 menit baca 494 dibaca
1000474835
Bagikan:

Kediri, MUI Digital — Sejumlah kiai dan pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Pondok Pesantren Al-Amin, Kota Kediri, Jawa Timur, menjelang pelaksanaan Multaqa Ru’asa al-Ma’ahid yang diselenggarakan Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Direktorat Pesantren Kementerian Agama.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (11/6/2026) ini mengusung tema “Memperkokoh Pesantren sebagai Benteng Perlindungan Anak dan Penjaga Akhlak Mulia”. Forum tersebut diharapkan menghasilkan rumusan konsep dan rekomendasi untuk mewujudkan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Ketua Komisi Pesantren MUI yang juga Direktur Pesantren Kemenag Dr. KH. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., mengatakan pertemuan para pimpinan pesantren ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga berakhlak mulia.

Baca juga: Soroti Maraknya Kekerasan, Halaqah Nasional MUI Siapkan Rekomendasi Pesantren Ramah Anak

“Kita akan mendiskusikan seperti apa melahirkan dan membentuk pesantren yang aman dan nyaman ditempati oleh anak-anak kita untuk menyemai akhlak mulia dan ilmu pengetahuan,” ujar Kiai Basnang di Ponpes Al-Amin Kediri, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, forum tersebut akan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan ulama, pimpinan pesantren, dan pengurus MUI. Ketua Umum MUI dijadwalkan memberikan arahan sekaligus tausiyah dalam pembukaan kegiatan.

Selain itu, sejumlah pengasuh pondok pesantren akan berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengelola lembaga pendidikan yang aman serta mendukung tumbuh kembang santri secara optimal.

Kiai Basnang menjelaskan, salah satu fokus pembahasan dalam Multaqa Ru’asa al-Ma’ahid adalah mencari solusi atas berbagai kasus kekerasan yang masih terjadi di lingkungan pesantren. Karena itu, forum ini akan merumuskan sejumlah rekomendasi yang nantinya disampaikan kepada pemerintah.

“Harapan dari kegiatan ini adalah melahirkan sejumlah konsep dan rekomendasi yang bisa kita bawa kepada pemerintah, utamanya dalam rangka menuntaskan kekerasan-kekerasan yang terjadi di pondok pesantren,” katanya.

Baca juga: Menjawab Tekanan Ekonomi Lewat Kekuatan Pesantren

Ia menegaskan bahwa MUI memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal masa depan pesantren. Sebagai lembaga yang selama ini menjadi tempat lahirnya para ulama, pesantren perlu terus diperkuat agar mampu menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pembinaan karakter secara optimal.

Kegiatan Multaqa Ru’asa al-Ma’ahid diikuti para pengasuh dan pimpinan pondok pesantren se-Jawa Timur serta perwakilan dari DKI Jakarta dan sejumlah provinsi lainnya. Hasil forum ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren sekaligus memperkokoh peran pesantren sebagai penjaga akhlak mulia bangsa.