Ketua MUI Bidang KAUB: Indeks Kerukunan Semakin Membaik, tapi Tetap Harus Dijaga
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Ketua MUI Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB) KH Moqsith Ghazali menyebut pencerahan mengenai moderasi secara kognitif bisa menekan kasus intoleransi di Indonesia.
Ulama yang akrab disapa Kiai Moqsith menjelaskan, moderasi secara sederhana bisa menjadi dua jenis kategori. Pertama, moderasi seringkali dimudahkan narasi bukan ini dan bukan itu.
Misalnya, Indonesia bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekuler, melainkan negara berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa.
"Itu bagian dari jenis moderasi. Kedua, Moderasi itu juga bukan hanya ini, melainkan juga itu. Maka Islam bukan hanya bicara mengenai duniawi, tapi juga ukhrawi," kata Kiai Moqsith dalam acara Sosialisasi Moderasi Beragama & Orientasi Pengurus Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB) MUI.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Kementerian Agama RI di Hotel Shalva, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang digelar secara hybrid ini juga dihadiri oleh pengurus Komisi KAUB MUI se-Indonesia.
Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menyatakan, pemahaman itu secara kognitif bisa menekan secara signifikan terhadap persoalan intoleransi di Indonesia yang masih cukup tinggi.
"Nah perspektif ini bisa berubah seiring waktu dengan bertambahnya pengetahuan, pencerahan dari banyak pihak. Maka berbagai macam kecenderungan yang menyebabkan terjadinya intoleransi itu bisa diminimalkan," tegasnya.