Lewati ke konten utama
Rabu, 21 Oktober 2026 / 10 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
WhatsApp Image 2026-10-21 at 11.05.52
Ketua Islamic Dakwah Fund (IsDF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Trisna Ningsih Yuliati, Forum Perempuan bertajuk “Dari Ibu Indonesia untuk Ibu Palestina: Lukamu Berdenyut di Jantung Kami” yang berlangsung di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026). Foto: MUI Digital/Junaidi
Berita

Ketua IsDF MUI: Solidaritas Palestina Butuh Kemitraan dan Komitmen Bersama Seluruh Pihak

Ketua IsDF MUI: Solidaritas Palestina Butuh Kemitraan dan Komitmen Bersama Seluruh Pihak

/ 10 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca 109 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Ketua Islamic Dakwah Fund (IsDF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Trisna Ningsih Yuliati, menegaskan bahwa gerakan solidaritas untuk membela rakyat Palestina tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kemitraan erat serta komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat.

​“Kita tidak dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan kemitraan, kepercayaan, dan komitmen bersama. Sebab gerakan yang kuat bukanlah gerakan yang dikerjakan oleh satu lembaga, melainkan gerakan yang mampu menyatukan banyak pihak dalam satu tujuan,” ujar Trisna dalam Forum Perempuan.

Forum yang bertema “Dari Ibu Indonesia untuk Ibu Palestina: Lukamu Berdenyut di Jantung Kami” ini digelar oleh IsDF MUI bersama Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

Trisna mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia memiliki potensi besar dalam aksi kemanusiaan, mulai dari organisasi keperempuanan, lembaga filantropi, badan zakat, hingga jaringan internasional. Namun, tantangan terbesarnya berada pada upaya mengoneksikan dan menyinergikan seluruh kekuatan tersebut agar berdampak optimal.

Melalui sinergi antara dakwah, filantropi, dan aksi kemanusiaan, IsDF MUI berkomitmen untuk memastikan setiap bentuk kepedulian masyarakat dapat ditransformasikan menjadi program yang tepat sasaran, berkelanjutan, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.

Trisna menaruh harapan besar agar forum kemanusiaan ini melahirkan langkah-langkah konkret dan tidak berhenti sebatas agenda seremonial belaka. ​

“Jangan sampai setelah forum ini selesai, yang tertinggal hanya dokumentasi kegiatan. Biarlah yang tertinggal adalah jejaring yang semakin kuat, komitmen yang semakin nyata, dan aksi kemanusiaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh pimpinan MUI, antara lain Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua MUI Bidang PRK Dr Siti Ma’rifah dan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads