Kembangkan Indeks Ukhuwah, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jajaki Kolaborasi dengan BRIN
Admin
Penulis
Muhammad Fakhruddin
Editor
Jakarta, MUI Digital - Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan audiensi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung Widya Graha, Jakarta. Pertemuan ini membahas potensi kerja sama dalam pengembangan Indeks Ukhuwah serta memperkuat kontribusi keagamaan dalam memperkokoh kohesi sosial bangsa.
Audiensi ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan kegiatan Silaturrahmi Nasional (Silatnas), yang akan digelar MUI pada 29–30 Juni 2026 mendatang. Penyusunan Indeks Ukhuwah sendiri telah menjadi salah satu program strategis Komisi Ukhuwah MUI dalam menjawab tantangan persatuan umat dan bangsa secara ilmiah dan terukur.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Syamsul Komar, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga keagamaan dan lembaga riset negara.
Baca juga: Gandeng DPR-DPD, MUI akan Gelar Dialog Antar-Peradaban Internasional Sikapi Konflik Global
“Indeks Ukhuwah yang sedang kami kembangkan akan menjadi instrumen penting untuk memetakan dan menjaga harmoni sosial. Untuk itu, kami memerlukan kolaborasi keilmuan dan metodologi yang kuat bersama BRIN,” ujar Syamsul dalam siaran persnya kepada MUI Digital, Selasa (9/6/2026).
Tasrifin Karim dari Pokja Indeks Ukhuwah di MUI menambahkan bahwa sejak 2024 pihaknya telah memperluas cakupan indikator dari 6 menjadi 14 variabel, yang digali dari interaksi dengan berbagai ormas Islam yang tergabung dalam MUI. Indeks ini diharapkan dapat menjadi sistem deteksi dini potensi konflik berbasis keummatan.
“Indeks ini diharapkan tidak sekedar menjadi alat ukur, tapi bisa menjadi semacam alarm konflik sekaligus media untuk mempererat relasi dan mendorong kolaborasi antarormas,” jelasnya.
Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, Dr. Muhammad Najib Azca, menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penguatan landasan akademik indeks tersebut melalui Pusat Riset Agama dan Kepercayaan.
“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan MUI dalam penguatan basis data keumatan. Indeks Ukhuwah ini berpotensi menjadi rujukan nasional dalam memetakan dinamika sosial berbasis nilai keagamaan,” kata Najib.
Baca juga: Soroti Maraknya Kekerasan, Halaqah Nasional MUI Siapkan Rekomendasi Pesantren Ramah Anak
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas metodologi ilmiah agar hasil yang disusun bersifat objektif dan bebas dari bias.
“Kami berharap indeks ini tidak hanya bernilai moral, tapi juga memiliki legitimasi akademik dan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tambahnya.
Audiensi ini ditutup dengan komitmen awal untuk menyusun langkah teknis bersama antara BRIN dan MUI, sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan sosial, memperkuat jejaring ormas Islam, dan mendorong peran keagamaan sebagai penopang integrasi nasional.