Lewati ke konten utama
Sabtu, 3 Oktober 2026 / 21 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Tentara israel
Warga Palestina berhadapan dengan Tentara Israel- Photo by Diana khwaelid on Unsplash
Berita

Israel Tutup Masjid Ibrahimi dan Batasi Aktivitas Warga Palestina saat Sukkot

Israel Tutup Masjid Ibrahimi dan Batasi Aktivitas Warga Palestina saat Sukkot

/ 21 Rabiul Akhir 1448 H 3 menit baca 119 dibaca

Hebron, MUI Digital — Otoritas Israel memberlakukan pembatasan terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur dan Hebron selama perayaan Sukkot.

 Sejumlah toko Palestina di Kota Tua Yerusalem diperintahkan tutup, sementara akses umat Islam ke Masjid Ibrahimi di Hebron dibatasi untuk memberi ruang bagi kegiatan keagamaan Yahudi. 

Menurut laporan The New Arab, dikutip Sabtu (3/10/2026), puluhan pemilik toko, kafe, dan restoran Palestina di kawasan Pasar al-Qattanin di Kota Tua Yerusalem diperintahkan menutup usaha mereka selama sebagian besar perayaan Sukkot.

“Pihak berwenang Israel juga memerintahkan sekitar 200 warga Palestina yang tinggal di sepanjang rute ibadah yang direncanakan untuk tetap berada di dalam rumah mereka selama ibadah berlangsung,” tulisnya sebagaimana dikutip MUIDigital.

Pembatasan tersebut disebut berbeda dari kebijakan sebelumnya yang umumnya hanya berlangsung selama beberapa jam.

Para pedagang Palestina mengatakan mereka diperintahkan menutup usaha untuk sebagian besar hari selama Sukkot.

Menurut Association for Civil Rights in Israel (ACRI), pemberitahuan disampaikan polisi melalui telepon dan tidak disertai perintah tertulis. ACRI pun mempertanyakan dasar hukum pembatasan tersebut.

Organisasi itu menyatakan perayaan hari raya tidak memberikan kewenangan kepada polisi Israel untuk menutup usaha warga Palestina atau melarang penduduk meninggalkan rumah mereka.

“ACRI mengatakan bahwa pihak berwenang dapat mengubah atau memperpendek rute ibadah atau mengerahkan pasukan tambahan tanpa memberlakukan pembatasan yang luas terhadap warga Palestina,” ujarnya.

Pembatasan serupa juga diberlakukan di Hebron. Otoritas Israel menutup Masjid Ibrahimi bagi jamaah Muslim dari Senin hingga Rabu untuk memfasilitasi perayaan Sukkot. 

Penutupan tersebut juga disertai pasukan pengmanan dan pembatasan akses menuju kawasan masjid. 

Bahkan, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengecam penutupan tersebut. Menurut kementerian, kebijakan itu menghalangi umat Islam melaksanakan shalat dan mengumandangkan azan di Masjid Ibrahimi, sementara pemukim Israel memperoleh akses ke lokasi tersebut untuk kegiatan keagamaan.

“Kementerian tersebut mengecam pembatasan itu sebagai ‘serangan terang-terangan’ terhadap masjid dan pelanggaran terhadap kebebasan beribadah umat Islam serta hak mereka untuk menjalankan ritual keagamaan,” katanya.

Masjid Ibrahimi berada di Kota Tua Hebron yang mendapat pengamanan militer ketat. The New Arab melaporkan sekitar 400 pemukim Israel tinggal di kawasan tersebut di bawah perlindungan pasukan Israel, sementara populasi Palestina di wilayah itu jauh lebih besar. 

Sukkot dimulai pada Sabtu dan berlangsung hingga 2 Oktober 2026. Perayaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian hari besar Yahudi yang dimulai dengan Rosh Hashanah dan berlanjut hingga Simchat Torah pada 3 Oktober. 

Pada saat yang sama, aktivitas keagamaan Yahudi di kompleks Masjid Al-Aqsa juga meningkat. The New Arab melaporkan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki kompleks tersebut pada Senin dengan pengamanan ketat, sementara kelompok pemukim Israel melakukan ritual dan doa di lokasi tersebut.

BAGIKAN: