Lewati ke konten utama
Senin, 19 Oktober 2026 / 8 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Bakom Apresiasi Tiga Capaian Kemenag: Perkuat Persatuan, Budaya Antikorupsi, dan Kualitas SDM
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengapresiasi tiga capaian Kementerian Agama saat Konferensi Pers Capaian Dua Tahun Asta Cita di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (19/10/2026). Foto: MUI Digital/Sadam
Berita

Bakom Apresiasi Tiga Capaian Kemenag: Perkuat Persatuan, Budaya Antikorupsi, dan Kualitas SDM

Bakom Apresiasi Tiga Capaian Kemenag: Perkuat Persatuan, Budaya Antikorupsi, dan Kualitas SDM

/ 8 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 70 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengapresiasi tiga capaian Kementerian Agama dalam dua tahun pelaksanaan Asta Cita. Ketiganya meliputi penguatan agama sebagai pemersatu bangsa, penanaman nilai antikorupsi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Hal tersebut disampaikan Syahganda saat Konferensi Pers Capaian Dua Tahun Asta Cita di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (19/10/2026).

“Dari Bakom, kami sangat mengapresiasi tiga hal yang saya catat tadi. Pertama, Bapak Menteri Agama dan jajarannya telah berhasil meningkatkan agama sebagai alat persatuan nasional,” ujar Syahganda.

Menurutnya, capaian yang dipaparkan Menteri Agama Nasaruddin Umar beserta jajarannya menunjukkan kontribusi agama dalam memperkuat kehidupan berbangsa. Peran agama sebagai pemersatu menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian Bakom dalam penyampaian hasil kerja Kemenag.

Syahganda juga mengapresiasi upaya Kemenag menjadikan agama sebagai kekuatan untuk membebaskan masyarakat dari budaya korupsi. Ia menilai nilai-nilai agama dapat membangun kesadaran untuk hidup bersih dan menjaga integritas.

“Yang kedua, telah berhasil menjadikan agama sebagai alat pembebasan dari budaya korupsi,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa paparan capaian Kemenag memperlihatkan bagaimana agama dapat meyakinkan masyarakat untuk menjauhi perilaku koruptif. Menurutnya, upaya tersebut terus dikerjakan Menteri Agama melalui penguatan peran agama dalam kehidupan masyarakat.

“Saya lihat tadi bagaimana agama itu bisa meyakinkan orang-orang untuk menjadi orang yang bersih dari korupsi,” tuturnya.

Capaian ketiga yang disoroti Syahganda adalah peran Kemenag dalam pembangunan kualitas manusia. Ia menyebut pembelajaran jarak jauh dan beasiswa sebagai contoh program yang mendukung pengembangan sumber daya manusia.

“Yang ketiga, agama itu ikut berperan serta dalam memajukan pembangunan manusia dan sumber daya manusia, seperti pembelajaran jarak jauh, beasiswa, dan lain-lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Syahganda menegaskan bahwa penyampaian capaian dua tahun Asta Cita merupakan bagian dari pertanggungjawaban pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada masyarakat.

“Penyampaian keberhasilan ini adalah bagian dari pertanggungjawaban pemerintahan dan keterbukaan informasi publik,” tegasnya.

Menurut Syahganda, pemerintah berkewajiban membuka informasi mengenai pekerjaan dan hasil yang dicapai karena program-program tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari masyarakat, termasuk melalui pajak.

Ia menjelaskan, kementerian dan lembaga akan menyampaikan hasil kerja dua tahun pemerintahan melalui berbagai saluran, mulai dari pertemuan langsung dengan wartawan, siaran pers, hingga penyampaian informasi melalui media massa.

Selain memaparkan capaian, forum tersebut juga menjadi ruang untuk menerima tanggapan atas pelaksanaan program pemerintah. Syahganda berharap media dapat menyampaikan keluhan masyarakat dan persoalan yang masih membutuhkan penanganan, termasuk yang berkaitan dengan layanan Kementerian Agama.

“Respons dari teman-teman media adalah hal yang kami harapkan untuk kami sampaikan kepada Bapak Presiden dan pemerintah,” katanya.

Syahganda menambahkan bahwa kehadirannya dalam konferensi pers tersebut adalah untuk mendampingi Menteri Agama dan jajaran dalam menyampaikan hasil kerja dua tahun. Ia berharap keterbukaan informasi itu dapat membantu media memperoleh penjelasan yang dibutuhkan sekaligus menjadi saluran masukan bagi perbaikan layanan kepada umat.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads