Pimpin Doa Wisuda ITSI, Sekretaris MUI Sumatera Utara Tak Kuasa Menahan Air Mata
Pimpin Doa Wisuda ITSI, Sekretaris MUI Sumatera Utara Tak Kuasa Menahan Air Mata
Medan, muisumut.or.id., 15 Oktober 2026, Suasana haru menyelimuti prosesi Wisuda Sarjana Yayasan Perkebunan Yogyakarta di Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) yang berlangsung di Tiara Convention Center, Medan, Kamis (15/10/2026). Momen emosional tersebut terasa ketika Dr. Irwansyah, M.H.I., Sekretaris MUI Sumatera Utara, memimpin doa dalam rangkaian acara wisuda.
Rasa haru yang mendalam dirasakan Dr. Irwansyah setelah menyaksikan tayangan video yang mengisahkan perjuangan seorang mahasiswi dalam menyelesaikan pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Dalam video tersebut, tergambar kisah seorang wisudawati yang dengan bangga mengenakan toga kelulusannya, meskipun berasal dari keluarga sederhana. Ibunya bekerja mencari barang bekas untuk memenuhi kebutuhan hidup, sementara ayahnya telah lama meninggal dunia.
Momen paling menyentuh terlihat ketika mahasiswi tersebut membawa toga kelulusannya ke makam sang ayah. Dengan air mata yang mengalir, ia seolah ingin menyampaikan kabar bahagia bahwa perjuangan yang telah dilaluinya akhirnya membuahkan hasil.
Kisah tersebut menggambarkan betapa pendidikan bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan juga perjuangan panjang yang melibatkan pengorbanan orang tua, keteguhan hati, dan harapan untuk mengubah masa depan.
Dr. Irwansyah mengaku tersentuh karena kisah tersebut mengingatkannya pada perjalanan hidupnya sendiri.
“Saya merasa haru dan sedih ketika menyaksikan tayangan video tersebut. Ada perjuangan seorang anak yang ingin membanggakan orang tuanya, meskipun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerja keras mencari barang bekas, sementara ayahnya telah lama meninggal dunia. Namun, semua keterbatasan itu tidak memadamkan semangatnya untuk meraih pendidikan dan cita-cita,” ungkapnya.
Ia menuturkan, kisah tersebut memiliki kedekatan emosional dengan pengalaman hidupnya. Berasal dari kehidupan sederhana, ia memahami bahwa kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi tidak selalu mudah diperoleh, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan finansial.
“Saya juga pernah berada dalam situasi kehidupan yang sederhana. Ada masa ketika secara finansial orang tua mungkin tidak mampu membiayai pendidikan saya. Namun, dengan pertolongan Allah Swt., selalu ada jalan. Tentu, jalan itu harus ditempuh dengan perjuangan, kesabaran, pengorbanan, bahkan air mata,” tuturnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya mematikan harapan seseorang untuk memperoleh pendidikan yang layak. Selama ada tekad, ikhtiar, doa, dan kesempatan, setiap orang memiliki peluang untuk memperjuangkan masa depannya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang wisudawan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga merupakan hadiah berharga bagi orang tua yang telah berjuang membesarkan dan mendidiknya.
“Bagi saya, toga bukan sekadar simbol kelulusan. Di balik toga itu ada doa ibu, pengorbanan ayah, perjuangan keluarga, dan air mata yang mungkin tidak pernah diketahui orang lain. Karena itu, jangan pernah melupakan orang tua ketika kita berhasil meraih cita-cita,” ujarnya.
Apresiasi terhadap Beasiswa Pendidikan Lanjutan
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Irwansyah juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor ITSI atas pemberian beasiswa pendidikan magister (S-2) secara gratis bagi mahasiswa berprestasi yang diumumkan dalam rangkaian acara wisuda tersebut.
Menurutnya, pemberian beasiswa merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap pengembangan sumber daya manusia sekaligus investasi penting bagi masa depan generasi muda.
Ia berharap program tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi lulusan sarjana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus terhambat oleh persoalan ekonomi.
“Apresiasi saya sampaikan kepada Bapak Rektor yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan S-2 secara gratis. Ini merupakan langkah positif dan patut didukung. Pendidikan harus menjadi jalan untuk membuka masa depan, bukan justru menjadi sesuatu yang sulit dijangkau karena keterbatasan ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan perguruan tinggi terhadap mahasiswa berprestasi merupakan bagian penting dalam menciptakan generasi yang unggul, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Doa untuk Masa Depan Para Wisudawan
Menutup keterangannya, Dr. Irwansyah menyampaikan harapan agar seluruh wisudawan dan wisudawati ITSI mampu menjadikan kelulusan sebagai awal perjalanan baru untuk mengabdikan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater, menghormati orang tua, menjunjung tinggi kejujuran, serta tidak melupakan nilai-nilai agama dalam menjalani kehidupan dan karier profesional.
“Semoga seluruh wisudawan dan wisudawati diberikan kesuksesan, kemudahan dalam meniti karier, serta kesempatan untuk membahagiakan dan membanggakan orang tua. Jagalah nama baik almamater, gunakan ilmu untuk kemaslahatan, dan jangan pernah melupakan perjuangan orang-orang yang telah mengantarkan kita sampai pada titik ini,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan pada akhirnya tidak hanya diukur dari gelar akademik yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
Momen haru dalam prosesi wisuda tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap toga yang dikenakan para lulusan, terdapat cerita perjuangan yang berbeda-beda. Ada doa orang tua yang tak pernah putus, pengorbanan yang tidak terlihat, serta harapan besar yang akhirnya menemukan jalannya melalui pendidikan.
Sebab, bagi sebagian orang, wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan. Wisuda adalah bukti bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjuangan, melainkan dapat menjadi awal dari lahirnya harapan dan masa depan yang lebih baik. Tutup Irwansyah Selaku Salah Seorang Dewan Pimpinan di MUI Sumatera Utara.