Lewati ke konten utama
Selasa, 28 Juli 2026 / 13 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Sumatera Utara

Tim Media Ulama MUI Sumut Mendistribusikan Majalah Media Ulama ke Tuan Guru Babussalam, Pesantren Nuur Radhiyah, dan UMKM Dodol Pak UL

4 menit baca
Tim Media Ulama MUI Sumut Mendistribusikan Majalah Media Ulama ke Tuan Guru Babussalam, Pesantren Nuur Radhiyah, dan UMKM Dodol Pak UL
Bagikan:

Langkat, muisumut.or.id., 28 Juli 2026 – Tim Majalah Media Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan distribusi majalah sekaligus memperkuat silaturahmi dengan tokoh ulama, lembaga pendidikan Islam, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Langkat.

Dalam kegiatan tersebut, tim mengunjungi Tuan Guru Babussalam, Dr. Zikmal Fuad, M.A., Pesantren Nuur Radhiyah Langkat, serta UMKM Dodol Pak Ul. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan Majalah Media Ulama sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai elemen umat.

Tim yang melaksanakan kegiatan tersebut terdiri atas Sekretaris Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI Sumatera Utara, Abdul Aziz, S.T., Ketua Komisi Infokomdigi MUI Sumut, Ali Suman Daulay, serta Fahri Roja Sitepu dan Ahmad Mubarak.

Dalam kunjungan ke Babussalam, tim menyerahkan Majalah Media Ulama kepada Tuan Guru Babussalam, Dr. Zikmal Fuad, M.A. Selain mempererat silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang dialog mengenai pentingnya penguatan literasi dan publikasi keislaman melalui media MUI Sumatera Utara.

Tuan Guru Babussalam, Dr. Zikmal Fuad, M.A., menyampaikan rasa senang dan menyambut baik ajakan untuk berkontribusi melalui tulisan di laman resmi MUI Sumatera Utara. Menurutnya, media dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan pemikiran, pandangan keislaman, serta pesan-pesan dakwah kepada masyarakat secara lebih luas.

Beliau juga menyambut positif upaya MUI Sumatera Utara dalam membuka ruang bagi para ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk menyumbangkan pemikiran melalui tulisan yang bersifat edukatif dan memberikan manfaat bagi umat.

“Insyaallah, kami menyambut baik ajakan tersebut. Media MUI dapat menjadi wadah untuk menyampaikan pemikiran dan pesan-pesan keislaman kepada masyarakat. Kami juga berharap ruang ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujarnya.

Selanjutnya, tim mengunjungi Pesantren Nuur Radhiyah Langkat. Dalam pertemuan tersebut, Direktur Pesantren Nuur Radhiyah menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap pendidikan pesantren saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan kondisi yang dihadapi lembaga tersebut, jumlah peminat pesantren disebut mengalami penurunan hingga sekitar 60 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pesantren untuk terus memperkenalkan peran dan kontribusinya kepada masyarakat. Pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk mempelajari ilmu agama, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, akhlak, kemandirian, serta kepedulian sosial para santri.

Ia berharap kehadiran Majalah Media Ulama dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan wajah dan aktivitas pesantren kepada masyarakat secara lebih luas. Melalui publikasi yang baik dan berkelanjutan, berbagai program, kegiatan, prestasi, serta kontribusi pesantren diharapkan dapat lebih dikenal, khususnya oleh generasi muda dan para orang tua.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Bidang Infokomdigi MUI Sumatera Utara, Abdul Aziz, S.T., mengatakan bahwa media memiliki peran penting dalam memperkuat literasi masyarakat mengenai keberadaan dan kontribusi lembaga pendidikan Islam.

“Majalah Media Ulama tidak hanya berfungsi sebagai media informasi MUI, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai kegiatan, pemikiran, serta kontribusi ulama, pesantren, dan masyarakat kepada publik. Pesantren memiliki peran besar dalam melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap umat dan bangsa,” ujarnya.

Abdul Aziz menambahkan bahwa perkembangan media digital perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperkenalkan pesantren kepada masyarakat. Menurutnya, pesantren perlu menampilkan berbagai program pendidikan, kegiatan sosial, inovasi, serta capaian para santri agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan pendidikan pesantren saat ini.

“Media dapat menjadi jembatan antara pesantren dan masyarakat. Dengan penyampaian informasi yang baik, masyarakat dapat melihat bahwa pesantren terus berkembang, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, serta tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan pembentukan akhlak,” katanya.

Selain mengunjungi tokoh ulama dan lembaga pendidikan, tim Majalah Media Ulama juga menyerahkan majalah kepada UMKM Dodol Pak Ul. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan media MUI sekaligus membangun komunikasi dengan pelaku usaha masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran Majalah Media Ulama sebagai media dakwah, informasi, edukasi, serta penghubung antara MUI, ulama, lembaga pendidikan, pelaku UMKM, dan masyarakat.

Melalui penguatan jaringan dan kolaborasi dengan berbagai elemen, MUI Sumatera Utara terus mendorong kehadiran media yang informatif, edukatif, dan memberikan ruang bagi pemikiran serta karya para ulama. Dengan demikian, media MUI dapat menjadi sarana untuk memperluas dakwah, memperkuat literasi keislaman, serta menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi umat.