MUI Sumsel Perkuat Pembinaan Akhlak dan Hadir di Semua Lini Kehidupan Umat
MUI Sumsel Perkuat Pembinaan Akhlak dan Hadir di Semua Lini Kehidupan Umat
MUI Sumsel Perkuat Pembinaan Akhlak dan Hadir di Semua Lini Kehidupan Umat

PALEMBANG — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan menempatkan pembinaan akhlak sebagai salah satu fokus utama program kerja kepengurusan periode 2026–2031. MUI Sumsel ingin memastikan keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat dengan hadir di berbagai lini kehidupan umat.
Ketua Umum MUI Sumsel Dr. Supadmi Kohar, MM, menegaskan, tantangan kehidupan masyarakat saat ini tidak cukup dijawab hanya dengan kegiatan keagamaan yang bersifat seremonial. MUI harus hadir secara langsung, memberikan pembinaan dan mengajak umat menjadikan akhlak sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari.
“Fokus pada akhlak. MUI harus fokus mengajak umat untuk fokus pada akhlak,” kata Supadmi saat menyampaikan arah dan program kerja MUI Sumsel, Kamis (16/10/2026).
Menurut Supadmi, pembinaan akhlak harus dilakukan secara luas dan menyentuh berbagai kelompok masyarakat. Karena itu, MUI tidak boleh hanya hadir di masjid, majelis taklim atau forum keagamaan, tetapi juga harus masuk ke lingkungan pendidikan, perguruan tinggi, lembaga pemasyarakatan dan berbagai tempat masyarakat menjalankan aktivitasnya.
“MUI harus hadir di semua lini, kampus, di lembaga pemasyarakatan sekalipun, mereka yang berkegiatan di mana pun berada,” ujarnya.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari arah besar MUI Sumsel dalam menyusun program hingga 2031. Setiap bidang dan komisi telah mulai melakukan rapat serta menyusun program sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Supadmi mengatakan, program tersebut tidak boleh berhenti sebagai rencana di atas kertas. Setiap bidang dan komisi diharapkan mampu menerjemahkan program menjadi kegiatan yang konkret, terukur dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pemaparan program bidang dan komisi menjadi salah satu agenda penting dalam memperkuat konsolidasi internal MUI Sumsel. Masing-masing bidang menyampaikan rencana kegiatan sekaligus membangun keselarasan agar seluruh program dapat bergerak dalam satu arah untuk kepentingan umat.
Dalam menjalankan program tersebut, MUI Sumsel juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai instansi dan lembaga yang berada di tengah masyarakat. Menurut Supadmi, persoalan umat memiliki dimensi yang luas sehingga tidak mungkin diselesaikan oleh MUI seorang diri.
“Termasuk instansi dan lembaga yang ada di masyarakat akan ikut terlibat dalam mendukung program MUI Sumsel. Kita harus bersinergi dengan semua kalangan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Supadmi didampingi Ketua Bidang Informatika, Humas dan Media MUI Sumsel Drs. H. Bangun Lubis, M.Si. Kehadiran bidang media diarahkan untuk memperkuat komunikasi publik sehingga berbagai program MUI dapat diketahui dan dipahami masyarakat secara lebih luas.
Supadmi melihat gagasan tersebut sebagai upaya menjadikan MUI lebih dekat dengan umat. Menurutnya, program organisasi akan memiliki arti ketika mampu diterjemahkan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.
Selain jajaran pengurus MUI Sumsel, kegiatan tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) Prof. Dr. Abid Djazuli serta mantan Ketua MUI Sumsel Prof. Dr. Aflatun Mukhtar.
Kehadiran kedua tokoh tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kesinambungan pemikiran dalam membangun MUI Sumsel ke depan. Prof. Aflatun Mukhtar menyampaikan harapan agar cita-cita dan program MUI Sumsel dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat.
Menurut Supadmi, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu ruang penting bagi pembinaan generasi muda. Kampus merupakan tempat bertemunya ilmu pengetahuan, pemikiran dan generasi penerus bangsa. Karena itu, MUI perlu mengambil peran dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan akhlak di lingkungan akademik.
Demikian pula dengan lembaga pemasyarakatan. Kehadiran MUI di lingkungan tersebut dipandang sebagai bagian dari pembinaan umat yang harus terus diperkuat. Nilai-nilai agama dan akhlak diharapkan dapat menjadi bagian dari proses perubahan kehidupan seseorang.
Dengan arah tersebut, MUI Sumsel periode 2026–2031 berupaya membangun organisasi yang tidak hanya aktif dalam forum internal, tetapi juga hadir di tengah persoalan nyata masyarakat.
Pembinaan akhlak, penguatan umat dan sinergi lintas lembaga menjadi bagian dari agenda tersebut. MUI Sumsel ingin menjadikan program lima tahun ke depan sebagai gerakan yang terukur, terbuka dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
“Yang penting MUI hadir di tengah umat,” menjadi semangat yang tercermin dari arah program kepengurusan baru tersebut.
Editor: Bang Bangun Lubis