Seruan Dari Bandung, Masyarakat Sipil Perkuat Sinergi Dukungan Kemanusiaan dan Kemerdekaan Palestina
Seruan Dari Bandung, Masyarakat Sipil Perkuat Sinergi Dukungan Kemanusiaan dan Kemerdekaan Palestina
Jakarta, MUI Digital – Komitmen masyarakat sipil Indonesia dalam mendukung kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina kembali diperkuat melalui pertemuan strategis tokoh lintas profesi, komunitas, dan jaringan di Bandung, Kamis (18/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Headquarter Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine (HQ APCQP), dengan dukungan Konsorsium Kebaikan Indonesia, Rumah Zakat, dan Qudwah Indonesia.
Mengusung tema “Suara dari Indonesia untuk Perdamaian Dunia dan Palestina, Menyatunya Suara, dan Aksi Keberlanjutan”, forum ini menjadi ruang konsolidasi berbagai elemen masyarakat sipil untuk memperkuat sinergi dalam isu kemanusiaan dan Palestina.
Ketua MUI sekaligus Presiden APCQP, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan niat untuk mendukung kemerdekaan Palestina perlu menjadi landasan dalam perjuangan kemanusiaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, kondisi penindasan yang terjadi di Palestina merupakan persoalan sistemik yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk negara dan masyarakat sipil.
“Voice of Peace adalah suara perdamaian yang dititipkan kepada kita semua,” kata dia dalam keterangannya kepada MUI Digital, Rabu (23/9/2026).
Dia menyatakan kejahatan sistemik ini harus diubah dengan kekuasaan, dan negara wajib hadir membela kebenaran. Selain itu, jejaring masyarakat sipil lintas profesi dan komunitas harus terus diperkuat dan membuka diri bagi partisipasi global, termasuk mendorong kerja sama antarparlemen.
Sementara itu, Anggota Steering Committee HQ APCQP, KH Oke Setiadi Effendi, menyampaikan refleksinya mengenai perubahan geopolitik pasca-Badai Al-Aqsa.
Dia menekankan pentingnya penguatan pengetahuan dan pemahaman dalam menyikapi persoalan Palestina agar dukungan yang diberikan tidak berhenti pada respons emosional, tetapi diwujudkan melalui langkah yang terarah.
Dia menyatakan peristiwa Badai Al-Aqsa telah mengubah persepsi dunia dan peta politik global. Pembebasan Palestina dimulai dari pemahaman dan kesiapan ilmu.
“Tugas utama kita hari ini adalah menyelamatkan Gaza melalui ikhtiar terstruktur dan panduan doa yang tak putus,” ungkap Kiai Oke Setiadi.
Executive Director HQ APCQP sekaligus CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha menjelaskan bahwa APCQP dibangun sebagai wadah kolaborasi yang menghubungkan berbagai sektor, mulai dari advokasi, riset, bantuan kemanusiaan, pendidikan, hingga filantropi.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta merumuskan empat arah aksi kolektif untuk memperkuat keberlanjutan gerakan dukungan kemanusiaan dan Palestina.
Pertama, Keep the Awareness, yakni menjaga kesadaran dan edukasi publik secara berkelanjutan agar perhatian masyarakat terhadap persoalan Palestina tidak surut.
Kedua, Move Beyond Charity, yaitu mendorong transformasi dari bantuan darurat menuju dukungan jangka panjang melalui instrumen seperti wakaf, dana abadi, dan pemberdayaan.
Ketiga, Amplify the Voice, yakni memperkuat narasi keadilan dan kemanusiaan melalui integrasi media, advokasi, serta jejaring komunitas.
Keempat, Connect & Act Together, yaitu mengonsolidasikan berbagai potensi, profesi, dan sumber daya menjadi gerakan nyata yang terorganisasi.
Irvan menegaskan, kondisi kemanusiaan di Palestina membutuhkan kepedulian sekaligus aksi yang konsisten dan berkelanjutan.
Dia menyatakan kondisi kemanusiaan di Palestina membutuhkan kepedulian dan aksi nyata yang konsisten. Indonesia memiliki komitmen kuat untuk perdamaian dunia.
“Dan ini hanya bisa diwujudkan melalui kolaborasi kolektif lintas sektor yang berkelanjutan,” kata Irvan memungkasi pembicaraan.