Sekjen MUI: Dunia Islam Harus Perkuat Kolaborasi dan Berhenti Saling Menyalahkan
Sekjen MUI: Dunia Islam Harus Perkuat Kolaborasi dan Berhenti Saling Menyalahkan
Jakarta, MUI Digital — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, mengajak masyarakat Islam untuk memperkuat kerja sama, kolaborasi, dan sinergi dalam membangun kekuatan dunia Islam. Menurutnya, persatuan menjadi kunci untuk mewujudkan perdamaian, kemaslahatan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Buya Amirsyah menyampaikan, terdapat sejumlah kriteria dan orientasi gerakan yang perlu menjadi landasan kekuatan ilmiah Islam. Salah satu prinsip utamanya adalah menegakkan keadilan bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan latar belakang.
“Intinya bagaimana menegakkan keadilan bagi semua. Manusia di dunia ini setara. Kita sama-sama mewujudkan perdamaian, kemaslahatan, dan kebaikan utama yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nilai-nilai Islam di tengah masyarakat harus menjadi arus gerakan yang membawa perubahan positif. Gerakan tersebut perlu dibangun secara luas dengan melibatkan berbagai negara, khususnya negara-negara Islam sebagai langkah awal memperkuat persatuan umat.
Buya Amirsyah juga mengingatkan agar masyarakat Islam menghentikan kebiasaan saling menyalahkan dan mengadu domba. Menurutnya, perbedaan semestinya tidak menjadi penghalang untuk membangun hubungan yang produktif dan saling menguatkan.
“Berhentilah untuk saling menyalahkan. Berhentilah untuk mengadu domba. Kita ini bukan domba, kita manusia. Kita harus diajak bekerja sama, berkolaborasi, dan bersinergi,” tegasnya.
Ia berharap, melalui penguatan kerja sama dan sembilan orientasi gerakan, dunia Islam dapat tumbuh menjadi kekuatan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dan kemaslahatan umat manusia.
Menurutnya, persatuan tidak cukup hanya menjadi wacana, tetapi harus diwujudkan melalui langkah bersama yang mengedepankan keadilan, persaudaraan, dan nilai-nilai kemanusiaan.