Lewati ke konten utama
Rabu, 21 Oktober 2026 / 10 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Andi Muhammad Yusuf.
Kepala Direktorat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK, Andi Muhammad Yusuf dalam forum Ijtima Sanawi XXII 2026 di Hotel Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026). Foto: Fitri/ MUI Digital
Berita

OJK Dorong Edukasi dan Perluasan Agen Laku Pandai Syariah Lewat Jejaring Masjid

OJK Dorong Edukasi dan Perluasan Agen Laku Pandai Syariah Lewat Jejaring Masjid

/ 10 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca 97 dibaca

 Jakarta, MUI Digital— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan edukasi sekaligus perluasan akses produk keuangan berbasis syariah hingga ke tingkat daerah. 

Strategi ini dilakukan dengan mengoptimalkan jejaring ratusan ribu masjid melalui pelatihan pengurus dan pengadopsian agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor untuk Keuangan Inklusif. 

Kepala Direktorat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK, Andi Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa kendala utama masyarakat di daerah kerap kali bukan hanya masalah literasi, melainkan ketersediaan akses atau infrastruktur layanan keuangan yang minim.

"Bagaimana agar implementasi dari buku panduan literasi dan dakwah keuangan syariah itu kita bisa sound ke daerah-daerah, di bawah jejaring masjid-masjid yang jumlahnya sekitar 800 ribu. Ini yang akan kita coba dorong Training of Trainers (ToT) kepada jaringan pengurus masjid," ujar Andi dalam forum Ijtima Sanawi XXII 2026 di Hotel Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

Andi menekankan, kegiatan literasi harus selaras dengan penyediaan akses (supply side). Oleh karena itu, hadirnya agen Laku Pandai di lingkungan ekonomi sekitar masjid menjadi solusi konkret untuk mendorong inklusi keuangan secara langsung.

"Tidak hanya di aspek literasinya, tapi juga bagaimana agar hadir agen Laku Pandai di lingkungan ekonomi masjid yang ada agar ini benar-benar bisa menyasar adopsi keuangan syariah ke depannya," jelasnya.

Melalui kolaborasi edukasi dan perluasan agen Laku Pandai berbasis masjid ini, OJK optimistis dapat menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki tingkat literasi rendah namun berpotensi ekonomi syariah besar, seperti sektor petani, nelayan, hingga masyarakat pedesaan.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads