Kiai Said: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Jakarta, MUI Digital — Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siroj, menegaskan bahwa kebangkitan umat Islam tidak cukup diwujudkan melalui semaraknya syiar dan simbol-simbol keagamaan.
Yang jauh lebih penting adalah membangun iman yang benar dan tertanam kuat di dalam hati. Pesan tersebut disampaikan dalam tausiahnya pada acara Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah dan Semarak Pra-Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang diselenggarakan oleh Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Majelis Rasulullah, INews TV, dan Masjid Istiqlal, Sabtu (4/7/2026) malam lalu.
Menurut Kiai Said, pembinaan iman harus diarahkan pada penguatan dimensi batin tersebut agar syiar Islam tidak berhenti pada aspek seremonial dan simbolik semata.
"Syiar yang kita bangun jangan hanya bersifat simbolik. Yang dibutuhkan umat adalah syiar yang hakiki, yaitu syiar yang mampu membentuk akhlak, kejujuran, amanah, serta melahirkan masyarakat yang berintegritas," ujarnya.
Baca juga: Ketua MUI Prof Sudarnoto: KUII VIII Siapkan Peta Jalan Geopolitik Umat 2026–2030
Dia menambahkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari ramainya kegiatan keagamaan atau banyaknya simbol-simbol Islam yang tampak di ruang publik, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai Islam benar-benar hidup dalam perilaku umat.
Menutup tausiahnya, Kiai Said, mengajak seluruh umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum hijrah batin, memperkuat iman, membersihkan hati, serta membangun integritas pribadi sehingga lahir masyarakat yang religius, jujur, adil, dan berakhlak mulia.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah yang dirangkaikan dengan Semarak Pra-Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII tersebut diharapkan menjadi momentum memperkokoh keimanan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangun komitmen bersama dalam mewujudkan kemajuan umat dan bangsa.