Ketua MUI Soal Terpilihnya Mojtaba Khamenei: Awal Mula Kehancuran AS-Israel
Latifahtul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, merespons terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.
Pergantian kepemimpinan tersebut dinilai berpotensi membawa dampak besar terhadap dinamika geopolitik global, khususnya terkait konflik di Timur Tengah.
Dia menilai kepemimpinan Mojtaba berpotensi memperkuat posisi Iran dalam menghadapi tekanan politik internasional.
Mojtaba Khamenei resmi ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran oleh Majelis Khobregan Kepemimpinan Iran pada Senin waktu setempat.
Putra almarhum Ali Khamenei itu memperoleh lebih dari 85 persen suara anggota majelis. Pemilihan tersebut merujuk pada Pasal 107 dan 108 Konstitusi Republik Islam Iran dengan masa jabatan selama delapan tahun.
Menanggapi hal tersebut, Prof Sudarnoto menilai terpilihnya Mojtaba akan melanjutkan garis ideologis yang selama ini dipegang Iran.
“Mojtaba bukan sekadar anak biologis Ayatollah Ali Khamenei, melainkan sekaligus anak ideologis yang akan selalu istiqamah mengusung ideologi perlawanan dan menghancurkan ketidakadilan serta kezaliman sebagaimana yang selama ini dilakukan oleh Amerika dan Israel,” ujarnya dalam keterangan yang diterima MUI Digital di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, kepemimpinan Mojtaba juga berpotensi memperkuat posisi Iran dalam menghadapi tekanan dari Israel dan Amerika Serikat.
“Dengan dipilihnya Mojtaba Khamenei, Israel dan Amerika akan mengalami kebangkrutan secara moral, ekonomi, politik, dan militer. Kekuatan perlawanan dan pembalasan Iran ini akan semakin kuat di bawah kepemimpinan Mojtaba, dan ini artinya kehancuran Israel dan Amerika akan semakin mendekati titik kulminasinya,” katanya.
Baca juga: AS dan Israel Serang Iran, MUI Desak Pemerintah RI Mundur dari Board of Peace
Prof Sudarnoto juga menyinggung dinamika konflik yang terjadi antara Iran dan pihak yang berseberangan dengannya.
“Serangan brutal Israel-Amerika atas Ayatollah Ali Khamenei saat ini dibalas oleh serangan balik Iran dengan akibat kehancuran masif Israel dan pusat-pusat penting Amerika di berbagai negara. Artinya, perkiraan dan harapan Amerika dan Israel mengalami kegagalan yang sangat serius,” ujarnya.
Prof Sudarnoto menambahkan, situasi tersebut turut dipengaruhi oleh dinamika internal di negara-negara yang berseberangan dengan Iran.
“Nasib buruk Israel dan Amerika ini memperoleh momentumnya juga karena pertentangan internal yang semakin kuat di Israel dan Amerika, serta sikap penentangan Eropa kepada Amerika,” ujarnya.
Lebih jauh, Prof Sudarnoto berharap momentum pergantian kepemimpinan di Iran dapat menjadi titik penting bagi perubahan konstelasi politik global serta penguatan solidaritas dunia Islam.
“Saya berharap ini menjadi momentum historis yang sangat penting bagi runtuhnya hegemoni imperialistik Amerika–Israel, rontoknya BoP, dan kemerdekaan Palestina. Saya juga berharap terpilihnya Mojtaba menjadi peluang bagi persatuan dunia Islam, penguatan OKI, dan reformasi PBB,” ujarnya.
Baca juga: MUI Terbitkan 7 Tausiyah Respons Situasi Geopolitik Dunia dan Eskalasi Timur Tengah
Dalam kesempatan tersebut, Prof Sudarnoto juga menyampaikan harapannya secara langsung kepada Mojtaba Khamenei.
“Kepada Mojtaba Khamenei saya menyampaikan selamat menjalankan tugas suci mengawal kepemimpinan untuk menghancurkan penjajahan Israel-Amerika dan menciptakan perdamaian serta keadilan. Semoga senantiasa diberi kekuatan lahir dan batin serta kemudahan oleh Allah,” tutupnya.