Jelang Sidang Isbat, Menteri Agama dan Ketua Umum MUI Tiba di Hotel Borobudur
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital---Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar dan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar tiba di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, jelang penetapan awal Ramadhan 1447 H.
Pantauan MUI Digital, Menteri Agama dan Ketua Umum MUI tiba di Ruang Flores Hotel Borobudur sekitar pukul 16.40 WIB. Informasi yang diterima MUI Digital dari Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI, ada tiga agenda dalam Sidang Isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 H.
Agenda pertama yaitu Seminar Posisi Hilal pada pukul 16.30 WIB. Acara ini terbuka untuk umum dan akan disyiarkan secara di chanel Youtube Bimas Islam TV, TikTok, dan Instagram Bimas Islam.
Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama H. Cecep Nurwendaya akan menjadi narasumber dalam Seminar Posisi Hilal.
Agenda kedua yakni Pelaksanaan Sidang Isbat pada pukul 18.30 WIB. Pelaksanaan Sidang Isbat akan berlangsung secara tertutup yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI Prof KH Nasaruddin Umar.
Sementara agenda ketiga yaitu Konfrensi Pers Penetapan Awal Ramadhan 1447 H pada pukul 19.05 WIB. Agenda ketiga ini akan disyiarkan secara langsung di chanel YouTube Kemenag RI, Bimas Islam TV, TikTok dan Instagram Bimas Islam.
Pemantauan hilal (rukyatul hilal) awal Ramadhan 1447 H oleh Kementerian Agama RI dilakukan di 96 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Hasil dari pemantauan ini dibahas secara bersama dalam sidang isbat awal Ramadhan 1447 H yang digelar di Auditorium H M Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat.
“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangan yang diterima MUI Digital di Jakarta, Senin (16/2/2026).
Dia mengungkapkan berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadhan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB.
Dia menjelaskan, posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar -2° 24 menit 42 detik hingga -0° 58 menit 47 detik, serta sudut elongasi 0° 56 menit 23 detik hingga 1° 53 menit 36 detik.
Dia menyatakan, data ini sesuai dengan kriteria visibilitas yang digunakan (seperti MABIMS), sehingga hilal belum memenuhi syarat terlihat secara teoritis.
Untuk melengkapi data hisab, Kemenag melaksanakan rukyatulhilal di 96 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pengamatan ini dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan Kantor Kemenag kabupaten/kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, serta instansi terkait lainnya. Hasil rukyat dari seluruh titik tersebut menjadi bahan utama pembahasan dalam sidang isbat.
Abu Rokhmad menambahkan, keputusan akhir penetapan 1 Ramadan 1447 H akan diumumkan secara resmi usai sidang selesai, melalui konferensi pers.
“Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” tegasnya.
Sidang isbat ini mencerminkan semangat kebersamaan antara pemerintah, ormas Islam, dan berbagai pihak terkait dalam menetapkan awal bulan Ramadan, sehingga keputusan yang dihasilkan dapat diikuti secara serentak oleh umat Islam di Tanah Air.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)