Lewati ke konten utama
Senin, 6 Juli 2026 / 20 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Jamaah Haji Indonesia Termasuk Pendukung Terbesar Suksesnya Dam Melalui Adahi Saudi

3 menit baca 549 dibaca
M Afief Mundzir-2-6-26
Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam PPIH Arab Saudi, M Afief Mundzir. Foto: MCH
Bagikan:

Laporan MUI Digital dari Makkah, Arab Saudi 

Makkah, MUI Digital – Pelaksanaan dam (hadyu) jamaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M mencatat capaian positif. Hampir 135 ribu jamaah Indonesia menyalurkan dam melalui program resmi Adahi yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

Selain menjamin proses penyembelihan yang aman dan akuntabel, daging hasil penyembelihan hewan dam tahun ini juga diprioritaskan untuk membantu masyarakat Palestina.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam PPIH Arab Saudi, M Afief Mundzir, saat meninjau fasilitas pemotongan hewan dam Adahi di Makkah, Senin (1/6/2026), usai rangkaian puncak ibadah haji.

Baca juga: Kereta Metro Masyair, Salah Satu Kunci Sukses Transportasi Jamaah Haji Selama di Armuzna

Menurut Afief, proses penyembelihan hewan dam pada Hari Tarwiyah berlangsung lancar dan menunjukkan bahwa tata kelola layanan haji yang kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mampu memberikan kemudahan bagi jamaah Indonesia.

“Alhamdulillah, tahun ini jamaah haji kita bisa menyalurkan dam melalui saluran resmi yang ditetapkan otoritas Kerajaan Arab Saudi. Jumlahnya sangat besar dan ini menjadi pembuktian bahwa layanan haji dapat dikelola dengan baik, aman, nyaman, dan akuntabel,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah jamaah Indonesia yang menunaikan dam melalui Adahi mencapai sekitar 135 ribu orang.

Angka tersebut dinilai sangat signifikan dan mencerminkan tingginya kepercayaan jamaah terhadap mekanisme resmi yang disediakan pemerintah Saudi.

Baca juga: Sebanyak 19 Kloter Jamaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air

Afief yang juga menjabat Direktur Bina Jamaah Haji Reguler menegaskan, penggunaan jalur resmi memberikan kepastian bahwa proses penyembelihan dilakukan sesuai ketentuan syariat. Selain itu, distribusi daging hasil penyembelihan dapat dilakukan secara terukur dan dipertanggungjawabkan.

Ia berharap tata kelola dam pada musim haji mendatang dapat terus ditingkatkan sehingga aspek transparansi dan akuntabilitas semakin terjaga.

Pada kesempatan tersebut, Afief juga mengungkapkan bahwa daging hasil penyembelihan hewan dam dari jamaah Indonesia akan diprioritaskan untuk masyarakat Palestina. Kebijakan itu merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus tindak lanjut arahan Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia.

“Sebagaimana tahun lalu, Adahi telah menyalurkan bantuan ke Palestina. Tahun ini, arahan dari Pak Menteri dan Pak Wamen sangat jelas, agar daging dam dari jamaah Indonesia dapat diprioritaskan untuk saudara-saudara kita di Palestina,” katanya.

Menurut Afief, komitmen tersebut telah disampaikan langsung oleh pengelola Adahi kepada rombongan media dan petugas haji Indonesia saat melakukan peninjauan ke lokasi pemotongan beberapa waktu lalu.

“Ini menjadi nilai tambah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi jamaah haji Indonesia, karena ibadah yang mereka tunaikan juga membawa manfaat bagi saudara-saudara yang membutuhkan,” ujarnya.

Dengan jumlah partisipasi yang hampir mencapai 135 ribu jamaah, Indonesia kembali menjadi salah satu kontributor terbesar dalam program dam resmi Adahi pada musim haji 1447 H/2026 M.