Lewati ke konten utama
Sabtu, 10 Oktober 2026 / 28 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Harta
Ilustrasi harta - Photo by Mufid Majnun on Unsplash
Berita

Hikmah Kiai Cholil: Cinta Harta Boleh Selama Jadi Sarana Dekatkan Diri kepada Allah SWT

Hikmah Kiai Cholil: Cinta Harta Boleh Selama Jadi Sarana Dekatkan Diri kepada Allah SWT

/ 28 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca 138 dibaca

Jakarta, MUI Digital— Memiliki rasa cinta terhadap harta seyogianya tidak lantas melandaskan seseorang berada dalam kemaksiatan atau penyakit hati. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, saat memimpin pengajian rutinan Sabtu Mujahadah yang mengkaji Kitab Mauidzotul Mu'minin di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026). 

Kiai Cholil menjelaskan bahwa setiap kecenderungan hati kepada selain Allah SWT memang bisa menjadi tanda adanya penyakit dalam diri. Namun, kondisi ini menjadi dikecualikan apabila keterikatan atau fasilitas duniawi tersebut dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini meluruskan pemahaman umum mengenai konsep zuhud dan pola pikir masyarakat terhadap kekayaan. 

Menurutnya, mencari rezeki dan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya sangat diperbolehkan selama niat dan penerapannya ditujukan untuk kebaikan, seperti membangun fasilitas pendidikan santri, membimbing masyarakat yang kurang mampu, hingga membantu sesama.

Kiai Cholil juga menyinggung kebiasaan masyarakat modern yang sering kali terjebak pada penampilan luar atau gaya hidup semata.

Kiai Cholil mengimbau agar umat Muslim tidak terpukau oleh fasilitas duniawi dan tetap menjaga fokus spiritual di tengah dinamika kehidupan.

Untuk menggambarkan hakikat tasawuf yang sebenarnya, Rais Syuriah PBNU ini mengisahkan keteladanan Syekh Masyis, seorang ulama sufi asal Maroko yang memiliki tempat tinggal megah namun hatinya tetap terpaut penuh kepada Allah SWT.

"Orang sufi itu keindahan-keindahan dunia tidak mewarnai apa-apa pada dirinya. Kenapa? Karena konsentrasinya tetap utuh hanya kepada Allah," kata ulama kelahiran Madura pada 1 Juni 1975 ini. 

Kiai Cholil mengajak umat untuk senantiasa membenahi niat dalam mencari karunia duniawi agar setiap rezeki yang didapatkan senantiasa bernilai ibadah serta memperkuat kecintaan kepada Allah SWT.


Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads