Ajak Peserta TOT Syiarkan Wakaf, Wasekjen MUI Ingatkan Pentingnya Memperbanyak Amal Jariah
Ajak Peserta TOT Syiarkan Wakaf, Wasekjen MUI Ingatkan Pentingnya Memperbanyak Amal Jariah
Jakarta, MUI Digital--Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Filantropi Dr Rahmat Hidayat mengajak para peserta Training For Trainer (TFT) Metode Baca Tulis Hafal Quran Gerakan Dala untuk turut mensyiarkan program-program Lembaga Wakaf MUI.
Rahmat menegaskan bahwa lembaga filantropi, khususnya Lembaga Wakaf MUI, sangat siap berkolaborasi dan mendukung penuh kegiatan syiar Alquran secara berkelanjutan. Menurutnya, dana yang dikelola oleh Lembaga Wakaf berasal dari sumber-sumber halal dan dikelola secara syariah untuk kemaslahatan umat.
"Ketika dana itu berasal dari sumber yang baik, maka insya Allah dipergunakan untuk hal-hal yang baik, termasuk mendukung penuh kegiatan TFT ini. Kami optimis program ini akan berjalan dengan baik dan berkelanjutan," ujar Rahmat.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat mengimbau para peserta untuk mengambil peran aktif dalam memperluas jangkauan informasi mengenai Lembaga Wakaf MUI, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
"Kami mengajak Bapak dan Ibu peserta TFT untuk menggaungkan dan mensyiarkan program Lembaga Wakaf, termasuk memviralkan selebaran digital ajakan berwakaf. Semakin besar dana yang terkumpul, semakin banyak pula program kebaikan yang bisa diwujudkan," tegasnya.
Lebih lanjut, Rahmat mengingatkan pentingnya menanam investasi akhirat melalui amal jariah. Rahmat menjelaskan bahwa usia manusia tidak hanya diukur secara kronologis, melainkan juga secara sosial dan spiritual melalui jejak kebaikan yang ditinggalkan.
Rahmat mencontohkan para tokoh besar seperti Sayyidina Utsman bin Affan, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy'ari, dan Buya Hamka yang namanya terus dikenang dan mengalirkan pahala meski telah lama wafat berkat amal jariah mereka.
"Prinsipnya in ahsantum ahsantum li'anfusikum, jika kita berbuat baik, kebaikan itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Melalui wakaf dan sedekah, kita tidak hanya menolak bala, tetapi juga memperbanyak deposit kebaikan sebagai bekal di dunia dan akhirat," kata Rahmat.