Lewati ke konten utama
Jumat, 10 Juli 2026 / 24 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Khutbah

Khutbah Jumat: Memperhatikan Amalan di Akhir Bulan Muharram

6 menit baca 307 dibaca
Admin

Oleh: Admin

Diunggah: Admin Admin Editor: Admin
Khutbah Jumat: Memperhatikan Amalan di Akhir Bulan Muharram
Foto: Pinterest
Bagikan:

Oleh: KH Dr Nashiruddin Cholid, M.Ag, Ketua komisi fatwa MUI kota Tangerang

الَسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَحَلَّ لِعِبَادِهِ الطَّيِّبَاتِ، وَحَرَّمَ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَالْمُوْبِقَاتِ، نَحْمَدُهُ مَنْ أَحْيَا قُلُوْبَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِالْقُرآنِ وَبِسُنَّةِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْن، فَـلِرَبِّنَا الْحَمْدُ وَالشُّكْرُ عَلَى هَذَا الْفَضْلِ الْمُبِيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ رَبُّ الأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بِالرَّحَمَاتِ، عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ أَكْمَلُ السَّلَامِ وَأَفْضَلُ الصَّلَوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ: أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ ِبتَقْوَى اللّٰهِ - جَلَّ وَعَلَا - فَهِيَ أَصْلُ كُلِّ الْخَيْرَاتِ. فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى: (يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا). وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ: خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

Hadirin Jamaah Jumat yang Kami Hormati,

Ketahuilah, bahwa sungguh Allah telah memilih di antara ciptaan-Nya orang-orang yang dilebihkan dan dimuliakan dari yang lainnya. Mereka adalah para nabi-Nya.

Kemudian Allah memilih di antara para nabi-Nya orang-orang yang diberikan tugas menyampaikan risalah-Nya. Mereka adalah para Rasul-Nya.

Lalu di antara para Rasul-Nya, Allah memilih dan mengutamakan Nabi Muhammad SAW sebagai penghulu dan pemimpin dari semuanya.

Begitulah Allah SWT menciptakan dan memilih sesuai kehendak dan kuasa-Nya. Allah berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ وَيَخْتَارُ ۗمَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۗسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

“Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Qashash: 68)

Hadirin Jamaah Shalat Jumat, Semoga Allah Merahmati Kita Semua,

Allah SWT menetapkan periode orbit bumi mengitari matahari selama setahun yang setara dengan dua belas bulan, yaitu dua belas kali ketampakan bulan sabit akibat bulan mengitari bumi.

Keteraturan periode waktu inilah yang menjadi patokan untuk perhitungan waktu, hari berganti hari, lalu bulan berganti bulan, hingga terus bergulir dari masa waktu ke waktu dan dari masa ke masa.

Bila Allah memilih di antara manusia, orang-orang pilihan yang dimuliakan-Nya, demikian pula Allah memilih di antara bulan-bulan yang diciptakan-Nya, ada bulan-bulan yang dimuliakan-Nya. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam surat At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ

 “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhul Mahfudz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu).”

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Saat ini kita memang sudah berada di paruh kedua dari bulan yang mulia ini, tapi kita belum terlambat untuk mengisi hari-hari di bulan yang mulia ini.

Bahkan, karena kita sudah akan menyudahi bulan Muharram yang mulia ini, sepatutnya kita memaksimalkan amalan-amalan saleh di kesempatan yang tersisa di bulan ini.

Adapun amalan-amalan yang masih bisa untuk didawamkan atau dilanggengkan dalam kehidupan kita, terlebih pada bulan Muharram yang menjadi salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT ini, di antaranya adalah:

Pertama, amalan yang perlu kita dawamkan adalah memperbanyak membaca Alquran.

Membaca Alquran sudah semestinya tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan menjadi kebutuhan pokok yang menyatu dalam aktivitas rutin kita, baik di waktu pagi, petang, maupun di sela-sela kesibukan duniawi lainnya.

Menjadikan Alquran sebagai pedoman utama bukan sekadar rutinitas lisan, tetapi merupakan upaya untuk membumikan petunjuk Allah dalam setiap langkah kehidupan kita agar tetap berada di jalan yang diridhai-Nya.

Lebih jauh lagi, hubungan kita dengan Alquran hari ini adalah investasi jangka panjang yang tidak ternilai harganya. Ayat-ayat yang kita lantunkan dengan penuh kekhusyukan di dunia akan menjadi teman setia yang menemani kesendirian kita saat berada di alam kubur nanti.

Di tengah hiruk-pikuk dan ujian hidup yang sering kali menyesakkan dada, Alquran hadir sebagai penenang jiwa yang paling mujarab, penghilang kegalauan, dan pemberi keteguhan bagi hati yang gundah.

Setiap huruf yang kita baca akan menjadi syafaat yang memberikan cahaya dan pertolongan di hari pembalasan, mengangkat derajat kita di hadapan Sang Pencipta, serta menjadi bukti cinta kasih kita kepada kalam-Nya.

Kedua, amalan yang perlu kita perhatikan adalah memperbanyak dzikir dan doa.

Mumpung bulan ini adalah bulan yang penuh kemuliaan, sepatutnya kita menjadikan momentum ini sebagai ladang emas untuk mengumpulkan bekal amal saleh yang akan menjadi tabungan kekal di akhirat kelak.

Dzikir bukan sekadar gerak bibir, melainkan sarana untuk terus menghadirkan Allah dalam setiap detak jantung dan tarikan napas kita, agar hati tetap terjaga dalam kelembutan dan kesadaran spiritual yang mendalam.

Bukankah kita senantiasa merindukan datangnya waktu-waktu mustajab agar doa kita segera dikabulkan oleh-Nya? Bulan yang mulia ini adalah “pintu terbuka” yang Allah hadirkan sebagai kesempatan emas bagi hamba-Nya untuk mengetuk pintu langit dengan doa-doa yang tulus.

Manfaatkanlah setiap detiknya, baik di waktu sahur yang sunyi, di antara adzan dan iqamah, maupun saat sujud terakhir dalam salat, karena di bulan inilah peluang doa-doa kita diijabahkan menjadi jauh lebih besar.

Jangan biarkan waktu berlalu tanpa ada untaian doa yang terpanjat, sebab siapa yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri melalui dzikir dan doa di bulan mulia ini, ia sedang membangun jembatan harapan untuk meraih ridha dan kasih sayang Allah di masa depan.

Ketiga, amalan yang patut diperhatikan di akhir-akhir bulan mulia Muharram ini adalah memperbanyak sedekah.

Begitu banyak dalil dapat kita dapati baik dari Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan bersedekah. Maka inilah waktu yang utama, yakni bulan yang dimuliakan Allah untuk memperbanyak sedekah.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Ketahuilah, di antara faedah sedekah adalah bahwa harta orang yang bersedekah akan semakin berkah.

Harta yang disedekahkan, pada hakikatnya tidak berkurang, tapi justru akan dilipatgandakan dan mendatangkan rezeki yang tak disangka-sangka.

Selain itu, sedekah juga menjadi penghapus dosa. Ia dapat menghapus kesalahan atau dosa sebagaimana air memadamkan api. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

اَلصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

“Bersedekah itu dapat menghapus dosa, sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi)

Faedah selanjutnya adalah bahwa sedekah dapat menjadi perlindungan bagi pelakunya dari musibah dan penyakit.

Sedekah dapat mencegah datangnya bala, bencana, serta menyelamatkan pelakunya dari kematian yang buruk. Bahkan Rasulullah SAW menganjurkan kita agar bersedekah sebagai salah satu sarana ikhtiar untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Hadirin Jamaah Shalat Jumat yang Berbahagia,

Selain amalan-amalan saleh yang perlu kita lakukan, ada juga anjuran kepada kita untuk menjaga diri dari dosa dan permusuhan di bulan yang mulia ini.

Mari kita perhatikan bagian akhir dari surat At-Taubah ayat 36 yang telah disebutkan di awal, yaitu:

فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“Maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

Lalu mari perhatikan firman Allah pada surat Al-Baqarah ayat 217, yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu, hai Muhammad, tentang berperang pada bulan haram (mulia). Katakanlah, ‘Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidil Haram, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan”.

Artinya, memang di bulan muliah, Muharram ini, sepatutnya kita menjaga diri dari perbuatan zalim, dosa, dan permusuhan. Tapi saat kita diperangi, maka meski kita berada di bulan mulia ini, kita tetap diizinkan untuk membela diri, artinya tetap boleh membalasnya. Karena pada hakikatnya, Allah mengizinkan hal itu, dengan catatan jika kita diperangi terlebih dahulu.

Hadirin Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan Allah,

Akhirnya, khatib berpesan kepada diri sendiri dan mengajak jamaah semuanya untuk merenung sejenak tentang kesempatan waktu dan umur kita.

Selagi Allah masih memberikan umur bagi kita, selagi Allah masih memberikan kemampuan dan kekuatan pada kita, dan selagi Allah memberikan waktu untuk kita, mari kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk meraih sebanyak-banyaknya tabungan amal saleh untuk bekal akhirat kita.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.