Khutbah Jumat: Memahami Hakikat “’Afiyah fil Jasad”
Oleh: Admin
Oleh: Ahmad Yani, M.A, Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat/Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Khutbah I
اَلسَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللّٰهِ وَبَرَكَاتُه
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى اَشْرَفِ
الْاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ
اَجْمَعِيْنَ، اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ،
وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَ بَعْدَهُ.
اَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَمَّابَعْدُ،
فَيَاعِبَادَاللّٰهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِىْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ
الْمُتَّقُوْنَ، قَال اللّٰهُ تَعَالٰى فِى الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، اَعُوْذُ
بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الْرَّجِيْمِ (يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ
يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ
تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ)
صَدَقَ اللّٰهُ
الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْحَبِيْبُ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلٰى ذَالِكَ
مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Alhamdulillāhi
rabbil ‘ālamīn. Segala puji
bagi Allah SWT yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam,
dan nikmat kesehatan. Nikmat yang sering kita rasakan, tetapi jarang kita
syukuri dengan sungguh-sungguh.
Shalawat dan salam
semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga,
sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Ma‘asyiral Muslimin
Rahimakumullah,
Marilah kita
tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Ketakwaan
bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam cara kita menjaga hidup,
termasuk menjaga tubuh dan jiwa yang Allah amanahkan kepada kita.
Jamaah Jumat
yang Dimuliakan Allah,
Salah satu doa yang
sering diajarkan Nabi adalah memohon “al-‘afiyah”, keselamatan dan
kesehatan. Dalam doa itu kita mengenal ungkapan “‘afiyatan fil jasad”,
kesehatan pada tubuh. Namun para ulama menjelaskan, makna ‘afiyah bukan
sekadar bebas dari penyakit.
Ulama tafsir seperti Ibn
Katsir menjelaskan bahwa ‘afiyah adalah perlindungan menyeluruh dari
segala yang membahayakan manusia. Bukan hanya sakit, tetapi juga sebab-sebab
yang mengantarkan pada kerusakan hidup.
Sementara Imam al-Qurtubi
menegaskan bahwa kesehatan tubuh tidak bisa dipisahkan dari kesehatan jiwa. Tubuh
yang kuat tanpa jiwa yang tenang adalah rapuh. Dan jiwa yang gelisah akan
menyeret tubuh pada kelemahan.
Karena itu, ketika
kita berdoa “‘afiyatan fil jasad”, sejatinya kita sedang memohon tiga
hal sekaligus: tubuh yang sehat, jiwa yang tenang, dan hidup yang dijaga dari
keburukan.
Ma‘asyiral Muslimin
Rahimakumullah,
Coba kita renungkan:
berapa banyak orang yang tampak sehat tubuhnya, tetapi batinnya penuh
kecemasan? Dan berapa banyak yang rajin beribadah, tetapi lalai menjaga
tubuhnya? Padahal Islam tidak mengajarkan pemisahan seperti itu.
Dalam pandangan ulama,
kesehatan adalah amanah. Imam Fakhruddin ar-Razi mengingatkan bahwa nikmat
sehat sering baru terasa nilainya ketika telah hilang. Maka, memohon ‘afiyah
adalah bentuk kesadaran agar kita tidak lalai sebelum datang penyesalan.
Jamaah Jumat
yang Berbahagia,
Hari ini kita hidup di
zaman penuh tekanan. Stres, kecemasan, kelelahan mental semuanya nyata. Dan
semua itu tidak hanya menyerang jiwa, tetapi juga tubuh kita.
Karena itu, doa “‘afiyatan
fil jasad” menjadi semakin relevan. Kita tidak cukup hanya berdoa, tetapi
juga harus menjaga. Menjaga pola makan, menjaga istirahat, menjaga pikiran, dan
menjaga hati.
Sebagaimana
disampaikan oleh ulama kontemporer seperti Syekh Yusuf al-Qaradawi, Islam
adalah agama keseimbangan. Tidak boleh berlebihan dalam satu sisi dan melupakan
sisi yang lain.
Maka, merawat tubuh
adalah bagian dari ibadah. Dan menenangkan jiwa adalah bagian dari kesehatan.
بَارَكَ
اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّي
وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ هٰذَا
الْقَوْلَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا
إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ
الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ،
أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ
ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ
ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.
اَللّٰهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا
صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ
وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ،
فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Kita telah memahami
bahwa “‘afiyatan fil jasad” bukan sekadar sehat fisik, tetapi
keselamatan hidup secara utuh. Maka pertanyaannya: sudahkah kita menjaganya?
Jangan sampai kita
hanya sibuk mencari kesehatan, tetapi lupa mensyukurinya. Jangan sampai kita
meminta keselamatan, tetapi hidup dengan cara yang merusaknya.
Mulailah dari hal yang
sederhana dalam kehidupan sehari-hari: jaga makan kita, jaga waktu istirahat
kita, jaga lisan kita, dan jaga hati kita.
Karena pada akhirnya,
tubuh yang sehat akan menopang ibadah kita. Dan jiwa yang tenang akan
mendekatkan kita kepada Allah SWT.
Mari kita tutup dengan sama-sama berdoa…
اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ
وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ
وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ
عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
عِبَادَ اللهِ،
إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ
وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ
تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ
أَكْبَرُ.