Lewati ke konten utama
Senin, 29 Juni 2026 / 13 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Khutbah

Khutbah Jumat: Memahami Hakikat “’Afiyah fil Jasad”

3 menit baca 1.962 dibaca
Admin

Oleh: Admin

Diunggah: Admin
Khutbah Jumat: Memahami Hakikat “’Afiyah fil Jasad”
Foto: Pinterest
Bagikan:

Oleh: Ahmad Yani, M.A, Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat/Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Khutbah I

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى اَشْرَفِ الْاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَ بَعْدَهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَمَّابَعْدُ، فَيَاعِبَادَاللّٰهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِىْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، قَال اللّٰهُ تَعَالٰى فِى الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الْرَّجِيْمِ (يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ)

صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْحَبِيْبُ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلٰى ذَالِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan. Nikmat yang sering kita rasakan, tetapi jarang kita syukuri dengan sungguh-sungguh.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Ketakwaan bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam cara kita menjaga hidup, termasuk menjaga tubuh dan jiwa yang Allah amanahkan kepada kita.

Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,

Salah satu doa yang sering diajarkan Nabi adalah memohon “al-‘afiyah”, keselamatan dan kesehatan. Dalam doa itu kita mengenal ungkapan “‘afiyatan fil jasad”, kesehatan pada tubuh. Namun para ulama menjelaskan, makna ‘afiyah bukan sekadar bebas dari penyakit.

Ulama tafsir seperti Ibn Katsir menjelaskan bahwa ‘afiyah adalah perlindungan menyeluruh dari segala yang membahayakan manusia. Bukan hanya sakit, tetapi juga sebab-sebab yang mengantarkan pada kerusakan hidup.

Sementara Imam al-Qurtubi menegaskan bahwa kesehatan tubuh tidak bisa dipisahkan dari kesehatan jiwa. Tubuh yang kuat tanpa jiwa yang tenang adalah rapuh. Dan jiwa yang gelisah akan menyeret tubuh pada kelemahan.

Karena itu, ketika kita berdoa “‘afiyatan fil jasad”, sejatinya kita sedang memohon tiga hal sekaligus: tubuh yang sehat, jiwa yang tenang, dan hidup yang dijaga dari keburukan.

Ma‘asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Coba kita renungkan: berapa banyak orang yang tampak sehat tubuhnya, tetapi batinnya penuh kecemasan? Dan berapa banyak yang rajin beribadah, tetapi lalai menjaga tubuhnya? Padahal Islam tidak mengajarkan pemisahan seperti itu.

Dalam pandangan ulama, kesehatan adalah amanah. Imam Fakhruddin ar-Razi mengingatkan bahwa nikmat sehat sering baru terasa nilainya ketika telah hilang. Maka, memohon ‘afiyah adalah bentuk kesadaran agar kita tidak lalai sebelum datang penyesalan.

Jamaah Jumat yang Berbahagia,

Hari ini kita hidup di zaman penuh tekanan. Stres, kecemasan, kelelahan mental semuanya nyata. Dan semua itu tidak hanya menyerang jiwa, tetapi juga tubuh kita.

Karena itu, doa “‘afiyatan fil jasad” menjadi semakin relevan. Kita tidak cukup hanya berdoa, tetapi juga harus menjaga. Menjaga pola makan, menjaga istirahat, menjaga pikiran, dan menjaga hati.

Sebagaimana disampaikan oleh ulama kontemporer seperti Syekh Yusuf al-Qaradawi, Islam adalah agama keseimbangan. Tidak boleh berlebihan dalam satu sisi dan melupakan sisi yang lain.

Maka, merawat tubuh adalah bagian dari ibadah. Dan menenangkan jiwa adalah bagian dari kesehatan.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ هٰذَا الْقَوْلَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Kita telah memahami bahwa “‘afiyatan fil jasad” bukan sekadar sehat fisik, tetapi keselamatan hidup secara utuh. Maka pertanyaannya: sudahkah kita menjaganya?

Jangan sampai kita hanya sibuk mencari kesehatan, tetapi lupa mensyukurinya. Jangan sampai kita meminta keselamatan, tetapi hidup dengan cara yang merusaknya.

Mulailah dari hal yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari: jaga makan kita, jaga waktu istirahat kita, jaga lisan kita, dan jaga hati kita.

Karena pada akhirnya, tubuh yang sehat akan menopang ibadah kita. Dan jiwa yang tenang akan mendekatkan kita kepada Allah SWT.

Mari kita tutup dengan sama-sama berdoa…

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.