Lewati ke konten utama
Rabu, 28 Oktober 2026 / 17 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Milhan Yusuf: Sinergi Ulama dan Umara Menjadi Kunci Membangun Peradaban Rahmatan lil ‘Alamin
Sumatera Utara

Milhan Yusuf: Sinergi Ulama dan Umara Menjadi Kunci Membangun Peradaban Rahmatan lil ‘Alamin

Milhan Yusuf: Sinergi Ulama dan Umara Menjadi Kunci Membangun Peradaban Rahmatan lil ‘Alamin

/ 16 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca

Medan, muisumut.or.id., 27 Oktober 2026 — Sinergi antara ulama dan umara memiliki peran penting dalam membangun peradaban Islam yang membawa kemaslahatan bagi seluruh alam. Kolaborasi tersebut perlu dibangun melalui komunikasi yang berkelanjutan, penghormatan terhadap fungsi masing-masing, serta kerja sama nyata untuk menjawab kebutuhan umat.

Hal itu disampaikan Milhan Yusuf dari Lembaga Ukhuwah Umat Islam dalam Dialog Ukhuwah Kolaborasi Ormas Islam dan MUI Sumatera Utara yang digelar Bidang Ukhuwah Islamiyah dan Lembaga Ukhuwah Umat Islam MUI Sumut di Aula MUI Sumut, Selasa (27/10/2026).

Dalam pemaparannya bertajuk “Sinergitas Ulama dan Umara Mewujudkan Peradaban Rahmatan lil ‘Alamin”, Milhan menjelaskan bahwa peradaban merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan karya yang dihasilkan suatu masyarakat. Sementara itu, peradaban rahmatan lil ‘alamin adalah peradaban yang bersifat universal dan inklusif, serta menghadirkan kebaikan bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan.

Milhan menguraikan perkembangan peradaban Islam sejak masa Rasulullah SAW hingga Dinasti Abbasiyah. Pada masa Khulafaurasyidin, antara lain berkembang pengelolaan baitulmal, sistem penanggalan Hijriah, dan kodifikasi Al-Qur’an. Pada masa Dinasti Umayyah, perkembangan ditandai dengan pembentukan lembaga pemerintahan atau diwan, pencetakan mata uang, penerjemahan bahasa asing, dan kodifikasi fikih.

Adapun pada masa Dinasti Abbasiyah, kemajuan ilmu pengetahuan ditandai dengan hadirnya Baitul Hikmah dan berkembangnya pemikiran para ilmuwan Muslim, seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Al-Kindi, Al-Farabi, dan Jabir ibn Hayyan.

Menurut Milhan, kemajuan peradaban Islam pada masa-masa tersebut tidak terlepas dari nilai ajaran Islam yang mendorong kemajuan, dukungan politik, keterbukaan terhadap peradaban lain, serta hubungan yang harmonis antara otoritas keagamaan dan politik.

Untuk membangun sinergi yang relevan pada masa kini, ia menekankan tiga langkah utama, yakni menjaga batas peran dan fungsi masing-masing, membangun dialog serta komunikasi secara rutin, dan melaksanakan kolaborasi dalam program-program kemaslahatan umat.

Milhan juga mengajak organisasi kemasyarakatan Islam untuk memulai penguatan sinergi dari lingkungan internal. Penguatan ukhuwah, silaturahmi, dan dialog antarormas diharapkan dapat melahirkan gagasan besar yang diwujudkan melalui karya nyata bagi masyarakat.

Melalui Dialog Ukhuwah tersebut, penguatan hubungan antara ulama, umara, dan ormas Islam diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam, menjunjung kemaslahatan, serta memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads