Lewati ke konten utama
Kamis, 29 Oktober 2026 / 18 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
MUI Jatim Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana untuk Takmir Masjid, Pesantren, dan Sekolah
Jawa Timur

MUI Jatim Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana untuk Takmir Masjid, Pesantren, dan Sekolah

MUI Jatim Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana untuk Takmir Masjid, Pesantren, dan Sekolah

/ 18 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca

Surabaya – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana dengan tema Penguatan Kapasitas Umat dalam Menghadapi Resiko Bencana. Kegiatan yang ditujukan untuk pengurus masjid, pesantren, dan sekolah ini secara resmi dibuka pada hari Rabu (28/10/2026) bertempat di Kantor MUI Jatim.

Rangkaian sosialisasi ini direncanakan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Setelah pembukaan yang dikhususkan bagi takmir masjid di Kantor MUI Jatim pada hari Rabu, kegiatan akan dilanjutkan pada hari Kamis di Yayasan Maryan Surabaya, dan berakhir pada hari Jumat (30/10/2026) di Pondok Pesantren Radhatul Ulum Arrahmaniah, Sampang.

Ketua Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi MUI Jatim, KH. Miftah Jauhari, SE, menjelaskan alasan di balik pemilihan elemen masjid, kepesantrenan, dan sekolah sebagai peserta utama. Beliau menyebut bahwa elemen-elemen tersebut merupakan tempat yang paling tepat untuk mendiseminasikan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

“Masjid merupakan tempat dimana titik kumpul, karena kita mayoritas Islam bisa dikatakan titik kumpul yang paling berkelanjutan,” ujar KH. Miftah Jauhari. Beliau juga menambahkan bahwa penyampaian edukasi melalui masjid sangat efektif, “Konsep trust, ini trust artinya kepercayaan masyarakat ya. Itu tinggi. Dan yang ketiga tingkat kepercayaan ini punya dampak untuk nanti jika menyampaikan sesuatu itu diikuti oleh masyarakat”.

Sementara itu, Ketua MUI Jatim Bidang Penanggulangan Bencana, KH. Ainul Yaqin, S.Si., M.Si., Apt, dalam arahannya menekankan peran krusial umat dan ulama dalam menghadapi potensi bencana. Beliau mengajak seluruh pihak untuk selalu siap sedia merencanakan upaya pencegahan sejak tahap prabencana.

“Bencana itu urusan umat. Maka kita di MUI ambil bagian, MUI punya peran di situ,” tegas KH. Ainul Yaqin. Beliau menjelaskan lebih detail mengenai konsep kesiapsiagaan tersebut, “Mitigasi itu upaya untuk menekan agar bencana itu tidak menimpa terlalu berat. Jadi ditekan itu namanya. Berarti kita harus mulai dari pra sampai kemudian ketika terjadi bencana itu ada tindakan mitigasi”.

Selain mendapatkan pemaparan materi secara teori di dalam ruangan, para peserta juga dibawa ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Di sana, para peserta diajak untuk mempraktikkan langsung materi mitigasi yang telah diberikan melalui simulasi tanggap darurat dan edukasi rumah gempa.

Kegiatan sosialisasi mitigasi bencana ini terselenggara berkat kolaborasi antara MUI Jawa Timur dengan lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa. Melalui edukasi ini, diharapkan elemen masyarakat dan tokoh agama dapat menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pesan kewaspadaan serta membangun ketangguhan umat di daerah masing-masing dalam menghadapi berbagai risiko bencana di masa depan.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads