Lewati ke konten utama
Senin, 2 November 2026 / 22 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
61fb0c2c-6f76-4bcd-9cee-4e3550b912a7
Berita

Standardisasi Dai MUI, Kiai Cholil Nafis: Hindari Candaan Dakwah Soal Bayaran atau Poligami

Standardisasi Dai MUI, Kiai Cholil Nafis: Hindari Candaan Dakwah Soal Bayaran atau Poligami

/ 22 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca 87 dibaca

JAKARTA, MUI Digital— Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, mengingatkan agar dai tidak menjadikan materi bayaran atau gurauan yang tidak pantas seperti mencari istri keempat (poligami) sebagai fokus utama dalam berdakwah. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kiai Cholil Nafis di hadapan para peserta Standardisasi Dai Angkatan ke-51 yang diselenggarakan oleh Komisi Dakwah MUI di Universitas Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Senin (2/11/2026).

Kiai Cholil menyoroti pentingnya menjaga adab dan etika seorang dai saat menyampaikan risalah Islam kepada masyarakat. 

Menurutnya, orientasi dakwah harus diletakkan pada nilai-nilai ketulusan dan penyampaian pesan kebaikan, bukan pada komersialisasi materi ceramah.

​"Maka kalau ceramah jangan soal berapa bayarannya, itu ada etikanya. Apalagi ceramah hanya untuk mencari istri keempat. Itu enggak baik gitu, meskipun bercanda itu ya enggak baik," ujar Kiai Cholil. 

Kiai Cholil menambahkan bahwa seorang dai profesional yang telah dibina dan lulus dari standardisasi MUI memiliki standard perilaku baik serta acuan etika jelas. 

Candaan atau materi yang merendahkan marwah dakwah dan menyimpang dari substansi ajaran Islam harus dihindari. 

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menekankan kerangka Standardisasi Dai yang digagas MUI bertujuan untuk membentengi umat dari pemahaman yang menyimpang, sekaligus menjaga kualitas moral para dai. 

Melalui pembinaan ini, para dai diharapkan mampu menjadi teladan yang baik dan tidak terjebak dalam gaya ceramah sensasional semata.

​"Saya tidak perlu menyampaikan sudah mengislamkan berapa orang atau sudah menginsafkan berapa orang, tapi dakwah seperti itu tidak benar. Itu saja," tegasnya.

Kiai Cholil juga mengingatkan pentingnya sikap saling menasihati dalam koridor dakwah yang santun dan moderat (wasathiyatul islam). 

MUI mengingatkan para dai mengedepankan ukhuwah islamiyah dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat mencederai kehormatan agama. 

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads