Lewati ke konten utama
Jumat, 28 Agustus 2026 / 15 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Rekam Jejak Tak Diragukan, Ini Harapan MUI Kepada Calon Tunggal Gubernur BI Destry Damayanti

3 menit baca 1.088 dibaca
IMG_8710
Bagikan:

JAKARTA, MUI Digital — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai Destry Damayanti memiliki pengalaman dan kompetensi yang mumpuni untuk menduduki posisi Gubernur Bank Indonesia (BI). Destry diketahui telah diusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif.

Komisi XI DPR RI dijadwalkan melakukan fit and proper test terhadap Destry pada Rabu (26/8/2026) untuk menilai kelayakannya sebagai Gubernur BI periode selanjutnya.

“Bila dilihat dari pendidikan dan pengalaman serta integritas yang ditunjukkannya selama ini, kelihatannya Destry Damayanti akan mulus melangkah untuk menduduki kursi paling puncak di BI tersebut,” ujar Anwar kepada MUI Digital pada Selasa (25/8/2026).

Menurut Anwar, Destry memiliki pengalaman yang cukup panjang di sektor keuangan, perbankan, pasar modal, hingga kebijakan moneter. 

Karena itu, apabila terpilih, Buya Anwar berharap Destry dapat membangun hubungan yang baik dan rasional dengan berbagai pihak terkait. 

Di antaranya dengan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), serta pemerintah pusat dan daerah.

Selain itu, hubungan yang baik juga diperlukan dengan para penyedia jasa pembayaran, baik bank maupun nonbank. 

Menurut Buya Anwar, sinergi tersebut penting untuk mendorong terciptanya kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945.

“Hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat penting dibangun oleh Destry agar dia sebagai Gubernur BI dapat membuat kebijakan yang dapat diterima dengan baik oleh para pelaku pasar, sehingga stabilitas ekonomi dan keuangan serta kesinambungan kebijakan nasional dapat terjaga,” jelasnya.

Anwar menilai tantangan yang akan dihadapi Gubernur BI ke depan tidak ringan. 

Kondisi global masih diwarnai ketidakpastian akibat konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global, serta tekanan terhadap nilai tukar.

Di dalam negeri, kualitas dan pertumbuhan kredit juga dinilai masih menghadapi tantangan. Pada saat yang sama, daya beli masyarakat dan sektor riil masih berada dalam tekanan.

“Untuk itu, kehadiran kebijakan yang mampu menyeimbangkan antara pertumbuhan dan pemerataan ekonomi serta adanya stabilitas tentu jelas sangat diharapkan,” kata Anwar.

Selain itu, Buya Anwar Abbas menyoroti sejumlah tantangan lain yang perlu menjadi perhatian Gubernur BI mendatang, mulai dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, kerentanan sistem keuangan, perkembangan aset kripto, hingga tingginya utang pemerintah.

Menurutnya, transformasi ekonomi dan digitalisasi juga perlu terus diperkuat. Hal itu termasuk pengembangan green economy, pembiayaan berkelanjutan, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya usaha mikro dan ultra mikro yang jumlahnya saat ini masih sangat besar yaitu sekitar 98,68 persen dari total pelaku usaha nasional yang ada.

“Gubernur BI juga diharapkan untuk terus mengurus dengan baik masalah digitalisasi dan transformasi ekonomi serta masalah green economy dan pembiayaan berkelanjutan serta masalah UMKM,” ujarnya.

Buya Anwar menilai kebijakan BI ke depan dapat menjaga stabilitas suku bunga atau margin dan nilai tukar, sekaligus mempercepat digitalisasi, green financing, ekonomi hijau, serta pemberdayaan UMKM.

“Jadi, tugas Destry Damayanti jika terpilih sebagai Gubernur BI yang baru jelas tidak ringan,” tegasnya.

Meski demikian, Ia meyakini berbagai tantangan tersebut dapat dihadapi apabila seluruh pejabat di lingkungan BI memiliki integritas tinggi, transparan, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Dengan cara seperti itulah keinginan kita untuk terwujudnya sebesar-besar kemakmuran rakyat seperti yang diamanatkan oleh konstitusi akan dapat kita raih dan gapai,” pungkas Ketua Bidang Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini.