Lewati ke konten utama
Selasa, 3 November 2026 / 23 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
a7830cb8-aec3-4066-a531-f9df8e626306
Berita

Ketua Komisi Dakwah MUI: Dai Harus Pandai “Memukul” Sambil Merangkul

Ketua Komisi Dakwah MUI: Dai Harus Pandai “Memukul” Sambil Merangkul

/ 23 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca 69 dibaca

JAKARTA, MUI Digital — Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Saeful Bahri, mendorong para dai menguasai seni berdakwah yang mampu "memukul" sambil merangkul. 

Menurut dia, pendekatan moderat menjadi kunci dalam menanggapi dinamika sosial di tengah masyarakat.

Pesan itu disampaikan Kiai Saeful dalam Standardisasi Dai Angkatan ke-51 yang digelar Komisi Dakwah MUI di Aula Universitas YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).

Kiai Saeful mengingatkan para dai agar tidak melulu melontarkan kritik keras. Kritik yang terus-menerus, kata dia, justru membuat masyarakat menjauh. Koreksi tetap perlu disampaikan, tetapi dengan cara yang bijak, seimbang, dan sejuk.

"Bagaimana kita duduk di situ dengan ilmu yang ada, pasti negosiasi akan lebih baik daripada kita sehari-hari ngritik terus tapi kemudian orang malah menjauh," ujar Kiai Saeful.

Ia lalu memakai perumpamaan memukul dan merangkul untuk menggambarkan kapan dai harus bersikap tegas dan kapan harus merangkul. Dengan keseimbangan itu, pesan keagamaan tetap sampai tanpa merusak keharmonisan.

"Kapan kita memukul, kapan kita merangkul? Itu jangan terus-terusan merangkul, jangan terus-terusan memukul. Kalimatnya mungkin kalimat yang moderat, yang enak, memukul tapi sambil merangkul," tutur dia.

Selain soal gaya dakwah, Kiai Saeful berpesan agar para dai mampu menerapkan kedalaman ilmunya secara relevan dengan karakter, kultur, dan tradisi masyarakat Indonesia.

Menurut dia, dai memiliki peran strategis menyatukan wawasan keislaman dan keindonesiaan. 

Salah satu tugas utama dai adalah fungsi himayah (perlindungan), yakni menjaga agama dari paham ekstrem, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta melindungi umat dari pemikiran menyesatkan dan konsumsi produk yang tidak halal. 

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads