Aliansi Indonesia Damai Kolaborasi dengan MUI Sumut, Bahas Halaqah Alim Ulama untuk Perkuat Ukhuwah dan Pencegahan Ekstremisme
Medan, muisumut.or.id., 29 Juli 2026 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menerima kunjungan silaturahmi jajaran Aliansi Indonesia Damai (AIDA) dalam rangka membahas rencana penyelenggaraan Halaqah Alim Ulama bertajuk “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh'” yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026 di Kota Medan. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara MUI Sumatera Utara dan AIDA dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, membangun budaya damai, serta mencegah berkembangnya paham ekstremisme di tengah masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan AIDA menjelaskan bahwa kegiatan Halaqah Alim Ulama merupakan forum yang mempertemukan para ulama, pengasuh pesantren, mubalig, pengurus masjid, akademisi, organisasi kemasyarakatan Islam, serta berbagai elemen umat untuk mendiskusikan strategi membangun perdamaian melalui pendekatan ‘ibrah atau pembelajaran dari pengalaman nyata.
AIDA menyampaikan bahwa selama lebih dari satu dekade pihaknya mendampingi korban tindak terorisme sekaligus mantan pelaku terorisme. Pendampingan tersebut melahirkan banyak pelajaran penting mengenai proses penyembuhan korban, rekonsiliasi, hingga perubahan sikap para mantan pelaku yang memilih kembali kepada kehidupan bermasyarakat.
Menurut AIDA, salah satu capaian penting yang pernah mereka perjuangkan adalah keterlibatan dalam mendorong revisi regulasi terkait perlindungan korban tindak pidana terorisme sehingga hak-hak korban, termasuk kompensasi dan layanan pemulihan, memperoleh kepastian pelaksanaan. Selain itu, AIDA juga aktif mendampingi puluhan mantan pelaku terorisme agar dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat melalui pendekatan dialog, pembinaan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, AIDA turut menyampaikan perkembangan positif berupa pembubaran organisasi Jamaah Islamiyah (JI) pada 2024. Menurut mereka, kondisi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat reintegrasi sosial mantan anggota kelompok tersebut agar kembali menjadi bagian dari masyarakat secara utuh.
Sebagai tindak lanjut, AIDA mengharapkan dukungan MUI Sumatera Utara sekaligus kesediaan Ketua Umum MUI Sumatera Utara untuk memberikan opening remarks pada kegiatan Halaqah Alim Ulama yang akan menghadirkan berbagai narasumber dari unsur ulama, akademisi, penyintas, dan mantan pelaku terorisme.
Menanggapi paparan tersebut, Ketua Umum MUI Sumatera Utara Dr. H. Maratua Simanjuntak menyambut baik inisiatif AIDA yang mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif dalam membangun perdamaian.
Menurutnya, kondisi keamanan di Sumatera Utara dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang semakin kondusif dibandingkan masa lalu. Meski demikian, ruang digital masih menyisakan tantangan berupa perdebatan dan saling melabeli antarkelompok keagamaan yang berpotensi mengganggu ukhuwah apabila tidak disikapi secara arif.
“Alhamdulillah, jika dibandingkan beberapa tahun yang lalu, perkembangan isu terorisme di Sumatera Utara jauh lebih baik. Namun kita tetap harus menjaga persatuan umat, karena tantangan hari ini tidak hanya berupa tindakan kekerasan, tetapi juga polarisasi pemikiran yang berkembang melalui media sosial,” ujarnya.
Maratua menilai forum seperti Halaqah Alim Ulama memiliki nilai strategis karena mempertemukan berbagai unsur umat Islam dalam satu ruang dialog yang konstruktif. Menurutnya, pendekatan dialog dan pembelajaran dari pengalaman nyata merupakan salah satu cara efektif membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga persaudaraan dan menolak segala bentuk kekerasan atas nama agama.
Ia juga mengapresiasi keberanian AIDA yang selama bertahun-tahun mendampingi korban maupun mantan pelaku terorisme sebagai bagian dari upaya membangun rekonsiliasi sosial.
Berdasarkan proposal kegiatan, Halaqah Alim Ulama mengangkat tema “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh’ dengan tujuan memperkuat silaturahmi antarulama, meningkatkan kesadaran membangun kehidupan yang damai, menjembatani komunikasi antara korban dan mantan pelaku terorisme dengan para ulama, serta memperkuat pendekatan pembelajaran (ibrah) dalam pembangunan perdamaian.
Forum tersebut direncanakan menghadirkan Ketua MUI Pusat, pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi, penyintas tindak terorisme, mantan pelaku terorisme, serta sejumlah tokoh nasional. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian program pembangunan perdamaian yang akan dilanjutkan dengan pelatihan bagi tokoh agama serta forum diskusi komunitas.
Turut mendampingi Ketua Umum MUI Sumatera Utara dalam pertemuan tersebut, Ketua Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digitalisasi MUI Sumatera Utara, Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M.Hum., yang akan menjadi mitra kerja sama MUI dalam penyelenggaraan kegiatan, sebagaimana tercantum dalam Term of Reference (ToR) Halaqah Alim Ulama.
Melalui kolaborasi ini, MUI Sumatera Utara berharap penguatan ukhuwah Islamiyah, moderasi beragama, serta budaya damai dapat terus berkembang di tengah masyarakat. Pendekatan dialog, pembelajaran dari pengalaman, dan sinergi berbagai elemen bangsa dinilai menjadi modal penting dalam menjaga persatuan serta mencegah tumbuhnya kembali paham-paham yang mengarah pada kekerasan dan ekstremisme.