Jawa Timur
Bersentuhan Dengan Najis Yang Kering
1 menit baca
MUI Jawa Timur
Penulis
Diana
Pertanyaan: najis anjing dan babi adalah najis mugholladoh, pernah dengar najis bulunya apa bila bulu atau yg menyentuh ada yg basah, baru di hukumin najis mugholladoh, artinya kalau si bulu dan yang menyentuh sebut saja celana sama-sama kering, itu tidak di hukumi najis mugholladoh, mohon penjelasannya
Jawaban :
Penanya yang di rahmati Allah…
Sesuatu, badan atau pakaian yang terkena najis baik najis ringan, sedang atau berat (mugholadhoh), terdapat dua kondisi :
1. Jika salah satunya antara sesuatu dan najis tersebut ada yang basah maka hukumnya najis, maka sesuatu yang terkena najis itu hukumnya najis
2. Jika keduanya kering dan tidak ada sisa najis yang menempel maka sesuatu itu hukumnya suci
Al Imam an nawawi menjelaskan dalam al majmu’ 3/164
(الثَّالِثَةُ) إِذَا أَصَابَ ثَوْبَهُ أَوْ بَدَنَهُ نَجَاسَةٌ يَابِسَةٌ، فَنَفَضَهَا، وَلَمْ يَبْقَ شَيْءٌ مِنْهَا، وَصَلَّى، صَحَّتْ صَلَاتُهُ بِالْإِجْمَاعِ. )المَجْمُوعُ شَرْحُ الْمُهَذَّبِ – (ج ٣ / ص ١٦٤)
Masalah ketiga: Apabila pakaian atau tubuh seseorang terkena najis yang kering, kemudian ia mengibaskannya hingga tidak tersisa sedikit pun dari najis tersebut, lalu ia melaksanakan salat, maka salatnya sah berdasarkan ijmak (kesepakatan ulama)