Lewati ke konten utama
Senin, 6 Juli 2026 / 20 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Opini

Selamat Datang Tahun Baru Islam

2 menit baca 385 dibaca
Dr Canra Krisna Jaya Lubis, M.A

Oleh: Dr Canra Krisna Jaya Lubis, M.A

Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat/ Dosen UIN Syarif Hidayatullah

Diunggah: Admin Admin Editor: Admin
Selamat Datang Tahun Baru Islam
Foto: AI Modified/ChatGPT
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital — Memasuki Tahun Baru Islam 1448 H, mari kita tinggalkan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan dengan alasan “nanti saja” atau “entar dulu”. Saatnya melatih diri menjadi pribadi yang lebih sigap, tanggap, dan berani mengambil tindakan. Seperti tombol “Enter” pada komputer yang berfungsi untuk melanjutkan perintah, demikian pula kita perlu berani melangkah dan segera bertindak dalam kebaikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, Islam telah mengajarkan sikap cekatan dan tidak menunda-nunda. Lima kali sehari, ketika adzan berkumandang, kita diajak segera berwudhu, bersiap, dan berangkat ke masjid sebelum iqamah. Kesigapan ini merupakan bagian dari adab seorang muslim.

Baca juga: Hijrah Digital: Membangun Kesadaran Waktu yang Terbuang

Di bulan Ramadhan, kita juga diajarkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika waktunya tiba. Menunda tanpa alasan yang jelas berarti kehilangan kesempatan meraih keutamaan yang dianjurkan.

Begitu pula dalam urusan sosial. Ketika ada saudara muslim yang wafat, Islam menganjurkan agar pengurusan jenazah dilakukan secepatnya, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkannya. Semua itu menunjukkan pentingnya ketepatan dan kesigapan dalam menjalankan amanah.

Dalam masalah utang pun demikian. Menunda pembayaran padahal mampu melunasinya merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Sikap seperti ini dapat merusak hubungan antarmanusia dan menjadi beban pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Baca juga: Tiga Pilar Sistemik Siklus Kehidupan Seorang Mukmin

Alquran dan hadis banyak mengajarkan semangat untuk bersegera dalam kebaikan. Karenanya, seorang muslim hendaknya tidak membiarkan kesempatan berlalu hanya karena rasa malas atau kebiasaan menunda.

Maka, mari kita jadikan tahun baru Hijriyah ini sebagai momentum perubahan. Tinggalkan kebiasaan berkata “entar” dan mulailah membiasakan diri menekan tombol “Enter” dalam kehidupan: bergerak, bertindak, dan menyelesaikan kebaikan tanpa menunda.

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang lebih disiplin, produktif, dan bersegera dalam kebaikan.

Isi artikel tidak merepresentasikan suara redaksi serta merupakan opini sekaligus tanggungjawab penulis sepenuhnya.