Lewati ke konten utama
Selasa, 13 Oktober 2026 / 2 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Writers Alley. Tashkent, Uzbekistan. - Photo by Far Chinberdiev on Unsplash
Writers Alley. Tashkent, Uzbekistan. - Photo by Far Chinberdiev on Unsplash
Berita

Uzbekistan Promosikan Kembali Jejak Kejayaan Islam Asia Tengah di Panggung Dunia

Uzbekistan Promosikan Kembali Jejak Kejayaan Islam Asia Tengah di Panggung Dunia

/ 2 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 69 dibaca

Tashkent, MUI Digital — Warisan keilmuan Islam Asia Tengah kembali menjadi sorotan dunia setelah Uzbekistan memperkenalkan kekayaan peradaban Islam kuno Mawarannahr melalui konferensi internasional di Markas Besar UNESCO, Paris.

Acara tersebut menjadi momentum untuk mengangkat kembali kontribusi para ulama dan ilmuwan Muslim Asia Tengah dalam membangun fondasi ilmu pengetahuan, budaya, dan pendidikan dunia.

Konferensi bertajuk “Peradaban Islam: Warisan Spiritual dan Ilmiah Agung Mawarannahr dan Cakrawala Pencerahan” itu mempertemukan lebih dari 300 peserta yang terdiri atas cendekiawan, diplomat, akademisi, serta perwakilan organisasi internasional.

Melalui forum tersebut, Uzbekistan berupaya menunjukkan bahwa kawasan Asia Tengah bukan hanya memiliki sejarah politik yang panjang, tetapi juga menjadi salah satu pusat lahirnya tradisi ilmu pengetahuan Islam yang memberikan pengaruh besar terhadap peradaban global.

"Acara ini menandai realisasi praktis dari inisiatif yang diusulkan oleh Presiden Shavkat Mirziyoyev pada sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 23 September 2025. Ini adalah langkah yang sangat penting dan bersejarah.” ujar Direktur Pusat Peradaban Islam Uzbekistan, Firdavs Abdukhalikov, dikutip dari UzA dan Qazinform pada Senin (13/10/2026).

Konferensi tersebut menjadi wadah untuk membahas kembali peran besar Mawarannahr, wilayah bersejarah Asia Tengah yang kini mencakup sebagian besar wilayah Uzbekistan, dalam perkembangan ilmu agama, filsafat, matematika, kedokteran, astronomi, dan berbagai bidang keilmuan lainnya.

Dalam sejarah Islam, kawasan ini dikenal sebagai tempat lahirnya banyak tokoh besar yang pemikirannya masih dipelajari hingga saat ini. 

Kota-kota seperti Tashkent, Samarkand, dan Bukhara pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam yang menghubungkan dunia Timur dan Barat.

Puncak kegiatan tersebut adalah pengenalan Pusat Peradaban Islam Uzbekistan, sebuah proyek yang dirancang sebagai pusat penelitian, museum, dan ruang edukasi internasional mengenai warisan Islam serta kontribusi ilmuwan Muslim terhadap perkembangan umat manusia.

“Pusat Peradaban Islam di Uzbekistan menjadi platform internasional untuk penelitian ilmiah, budaya, dan pendidikan yang memperkenalkan warisan intelektual Islam kepada dunia,” berikut  ringkasan presentasi Pusat Peradaban Islam Uzbekistan dalam konferensi UNESCO, dikutip dari laporan serupa.

Melalui pusat tersebut, Uzbekistan ingin menghadirkan pendekatan baru dalam mengenalkan Islam, bukan hanya sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga sebagai peradaban yang memiliki kontribusi besar terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan dunia.

Program konferensi ini terbagi dalam tiga sesi utama yang membahas warisan spiritual dan intelektual Asia Tengah, peran pusat peradaban sebagai ruang kerja sama internasional, serta kontribusi para pemikir besar Mawarannahr terhadap perkembangan peradaban global.

Para peserta juga menyoroti pentingnya kerja sama antarnegara dalam menjaga warisan budaya Islam agar dapat dipahami secara lebih luas oleh generasi masa kini.

“Warisan ilmiah dan spiritual Asia Tengah merupakan bagian penting dari sejarah peradaban dunia yang perlu terus dikaji dan diperkenalkan kepada masyarakat internasional" lanjutnya.

Upaya Uzbekistan membawa warisan Islam ke panggung dunia juga menjadi bagian dari strategi memperkuat diplomasi budaya dan pendidikan. Negara tersebut ingin menjadikan sejarah keilmuan Islam sebagai jembatan dialog antarbangsa.

Bagi dunia Islam, langkah ini mengingatkan kembali bahwa kejayaan peradaban Islam pada masa lalu tidak hanya dibangun melalui kekuatan politik, tetapi juga melalui tradisi ilmu, penelitian, dan penghargaan terhadap pengetahuan.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads