Lewati ke konten utama
Selasa, 6 Oktober 2026 / 24 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Salah
kunjungan Salah Batis dari Provinsi Hadramaut, Republik Yaman, di Kantor MUI, Jakarta, (6/10/2026. Foto: Istimewa
Berita

Ulama Hadramaut Kunjungi MUI, Sampaikan Kabar Terkini Konflik Yaman

Ulama Hadramaut Kunjungi MUI, Sampaikan Kabar Terkini Konflik Yaman

/ 24 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca 70 dibaca

Jakarta, MUI Digital-Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima kunjungan Salah Batis dari Provinsi Hadramaut, Republik Yaman, di Kantor MUI, Jakarta, (6/10/2026. 

Salah Batis merupakan Sarjana (S1) Studi Islam, anggota Dewan Syura Yaman, Ketua Dewan Syura Aliansi Kabilah/Suku Yaman, Wakil Ketua Badan Nasional Pengawasan Pelaksanaan Hasil Konferensi Dialog Nasional Komprehensif, Ketua Wakaf Uwais Al-Qarni di Kota Istanbul, Turki, serta Ketua Yayasan Al-Badiyah untuk Pembangunan dan Kegiatan Kemanusiaan di Yaman.

Dalam kunjungan tersebut, Salah Batis didampingi oleh Zaki Saleh Nahdi (pengurus HLNKI MUI) dan Naser Maretan.

Dari pihak MUI hadir Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Wakil Sekretaris Jenderal HLNKI Dubes Safira Machrusah, Ketua Komisi HLNKI Dubes Bunyan Saptomo, serta pengurus HLNKI, yakni Oke Setiadi, Abdul Jabar, Yanuardi Syukur, dan Ahmad Ridho Datuk Rajo Batuah.

Salah Batis menceritakan tentang kelompok bersenjata Houti di Yaman yang hendak menguasai Yaman dan ingin menguasai Makkah dan Madinah.

Menurutnya, Houti adalah organisasi proksi Iran yang hendak menguasai Selat Bab el-Mandab dan menguasai Haramain. "Saat ini, ketegangan masih terjadi antara Houti dan Pemerintah Yaman," kata dia. 

Menanggapi hal tersebut, Prof Sudarnoto Abdul Hakim menyatakan MUI prihatin dengan apa yang terjadi di Yaman dan berharap agar tercipta perdamaian di sana. 

Untuk itu, dia berharap adanya persatuan umat Islam dan penguatan peran umat Islam di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sesuai amanat dalam Kongres Umat Islam 2026.

Sementara itu, Dubes Bunyan Saptomo menilai solusi terbaik adalah tidak perang dan mengutamakan dialog. Menurutnya, perang hanya akan menghancurkan banyak hal dan efeknya akan lama dirasakan. Ia menegaskan bahwa perdamaian itu lebih baik.

Diskusi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan Islam. Kedua belah pihak sepakat bahwa perdamaian dan dialog merupakan jalan utama dalam menyelesaikan konflik serta menjaga stabilitas kawasan.

BAGIKAN: