Lewati ke konten utama
Kamis, 5 November 2026 / 25 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
MUI Kenalkan Konsep Dakwah Islam Wasathiyah Indonesia di Universitas Islam Madinah
Wakil Ketua Umum MUI, Kiai Cholil Nafis, bersama rombongan bertemu Rektor Universitas Islam Madinah, Dr Saleh bin Ali Al-Aqla, beserta para dekan fakultas, saat melakukan mauhibah (kunjungan persahabatan) ke Arab Saudi, Kamis (5/11/2026). Foto: MUI Digital
Berita

MUI Kenalkan Konsep Dakwah Islam Wasathiyah Indonesia di Universitas Islam Madinah

MUI Kenalkan Konsep Dakwah Islam Wasathiyah Indonesia di Universitas Islam Madinah

/ 25 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 147 dibaca

​Madinah, MUI Digital — Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus memperluas jangkauan diplomasi dakwahnya di kancah internasional. Melalui program Pengembangan Wawasan Dakwah Internasional (PWDI-MUI), pimpinan MUI melakukan mauhibah (kunjungan persahabatan) ke Mesir dan Arab Saudi.

Salah satu agenda dalam kunjungan tersebut adalah mempresentasikan konsep Islam Wasathiyah (Islam moderat) yang menjadi arus utama arah dakwah umat Islam di Indonesia di hadapan civitas akademika Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

​Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, melalui akun Instagram pribadinya @cholilnafis, Kamis (5/11/2026), menjelaskan bahwa presentasi ini disambut antusias oleh civitas akademika Universitas Islam Madinah.

Kiai Cholil Nafis bersama rombongan melakukan tukar pikiran serta diskusi dengan Rektor Universitas Islam Madinah, Dr Saleh bin Ali Al-Aqla, beserta para dekan fakultas di universitas Islam bergengsi tersebut.

Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan pemahaman mengenai implementasi Islam Wasathiyah yang terbukti berhasil menjaga keharmonisan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

​“Di Madinah kami mempresentasikan Dakwah Islam Wasathiyah yang menjadi keputusan dan arah dakwah umat Islam di Indonesia,” ujar Kiai Cholil Nafis.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini menambahkan bahwa model moderasi beragama di Indonesia dinilai sangat relevan untuk dibagikan kepada dunia Islam global untuk meredam berbagai ketegangan dan gesekan sektarian yang kerap melanda dunia internasional.

​Menurut Kiai Cholil, diskusi hangat dengan Rektor Universitas Islam Madinah tersebut tidak hanya berhenti pada pertukaran gagasan teoretis. Pertemuan strategis ini juga menghasilkan seruan bersama yang komprehensif bagi masa depan peradaban Islam global. Pada akhir pertemuan, delegasi MUI dan pihak Universitas Islam Madinah merumuskan tiga poin seruan penting yang ditujukan kepada dunia Islam.

​Poin pertama dari seruan tersebut adalah pentingnya memperkuat persatuan umat Islam. MUI menegaskan bahwa soliditas antarnegara Islam adalah suatu keharusan agama dan peradaban. Dunia Islam diajak untuk mengesampingkan perbedaan, mempererat ukhuwah (persaudaraan), serta menjauhi retorika sektarian yang kerap memicu pertumpahan darah.

“Poin kedua menitikberatkan pada resolusi konflik dan penegakan kedaulatan negara. MUI menyerukan penghentian segera segala bentuk sengketa dan agresi bersenjata yang mengancam stabilitas kawasan,” kata Kiai Cholil.

Dalam hal ini, MUI dengan tegas mengecam serangan kelompok Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi, serta menekankan perlunya penghormatan penuh terhadap kedaulatan negara dan keutuhan wilayah dengan mengutamakan dialog serta diplomasi.

​Sementara itu, poin ketiga mengarahkan agar energi umat Islam dicurahkan untuk pembangunan peradaban yang maju. Kiai Cholil Nafis mengajak negara-negara Islam untuk menyatukan upaya dalam memajukan pendidikan, riset ilmiah, teknologi, dan ekonomi, serta memperkuat peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Menurutnya, upaya ini sangat mendesak agar umat Islam dapat kembali mengambil peran terdepan dalam berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas global.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads