Lewati ke konten utama
Selasa, 3 November 2026 / 23 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Bertemu Plt Wakil Al-Azhar Syekh Ayman Abdul Ghani, KH M Cholil Nafis Bahas Penguatan Kerja Sama Dakwah
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, dengan Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Al-Azhar Asy-Syarif, Syekh Ayman Abdul Ghani, di kantor pusat Al-Azhar, Kairo, Mesir, Senin (2/11/2026). Foto: MUI Digital
Berita

Bertemu Plt Wakil Al-Azhar Syeikh Ayman Abdul Ghani, KH M Cholil Nafis Bahas Penguatan Kerja Sama Dakwah

Bertemu Plt Wakil Al-Azhar Syeikh Ayman Abdul Ghani, KH M Cholil Nafis Bahas Penguatan Kerja Sama Dakwah

/ 23 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 83 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Penguatan kerja sama di bidang keilmuan, pendidikan, dan dakwah Islam moderat menjadi pembahasan dalam pertemuan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, dengan Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Al-Azhar Asy-Syarif, Syekh Ayman Abdul Ghani, di kantor pusat Al-Azhar, Kairo, Mesir, Senin (2/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Syekh Ayman Abdul Ghani menyambut hangat kedatangan Kiai Cholil Nafis beserta delegasi MUI. Ia menegaskan bahwa Al-Azhar Asy-Syarif, di bawah kepemimpinan Imam Besar Prof Ahmed El-Tayeb, senantiasa konsisten menjadi rujukan dalam pengembangan moderasi dan keseimbangan beragama di tingkat global.

Selain itu, Syeikh Ayman menyoroti hubungan historis yang telah terjalin selama berabad-abad antara Al-Azhar dan bangsa Indonesia. Salah satu jejak hubungan tersebut terlihat dari keberadaan Riwaq Jawi atau asrama mahasiswa Jawa/Nusantara yang dahulu menjadi tempat menuntut ilmu bagi para pelajar Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Syekh Ayman mengapresiasi kesungguhan para pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir.

“Para pelajar Indonesia mencerminkan teladan yang mulia dalam kesungguhan, kerja keras, ketekunan, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan,” ujar Syekh Ayman Abdul Ghani.

Lebih lanjut, Syekh Ayman memaparkan perkembangan hubungan pendidikan antara Al-Azhar dan Indonesia. Saat ini, jumlah pelajar Indonesia di tingkat pra-universitas Al-Azhar mencapai 18.820 siswa, dengan 1.281 di antaranya merupakan penerima beasiswa resmi.

Selain jumlah pelajar tersebut, terdapat 35 sekolah di Indonesia yang ijazahnya telah disetarakan (mu’adalah), lima institut di bawah pengawasan Al-Azhar, serta 75 pengajar utusan (muba’uts) yang dikirim langsung ke Indonesia.

Tidak hanya di bidang pendidikan, Al-Azhar juga menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama dengan MUI dalam pembinaan imam dan dai. Program tersebut rencananya akan difasilitasi melalui Akademi Internasional Al-Azhar untuk Pelatihan Imam dan Dai, yang memiliki keahlian dalam membekali para juru dakwah agar mampu menghadapi berbagai tantangan kontemporer.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI, Kiai Cholil Nafis menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan upaya berkelanjutan Imam Besar Al-Azhar, Prof Ahmed El-Tayeb, dalam melayani Islam dan umat muslim di seluruh dunia.

Menurut Kiai Cholil, Al-Azhar memiliki kedudukan penting bagi umat Islam Indonesia. Lembaga pendidikan tersebut tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi rujukan dalam pengembangan pemikiran dan kehidupan keagamaan.

“Al-Azhar merupakan rujukan ilmiah dan keagamaan yang kokoh bagi umat Islam di Indonesia. Metode moderatnya yang mencerahkan telah berkontribusi besar dalam memperkaya kehidupan beragama dan intelektual di negara kami,” ungkap Kiai Cholil Nafis.

Selain itu, Kiai Cholil juga menjelaskan bahwa MUI menaungi sekitar 88 organisasi Islam di Indonesia yang menganut paham Ahlussunnah wal Jamaah. Ia menyebut sebagian besar pengurus dan tokoh penting dalam struktur MUI merupakan alumni Al-Azhar.

Lebih lanjut, Kiai Cholil menegaskan besarnya kontribusi Al-Azhar dalam membentuk tradisi keilmuan dan moderasi Islam di Indonesia.

“Al-Azhar telah lama menjadi kiblat keilmuan dan rujukan intelektual kami. Manhaj moderat yang diajarkan di sana telah memberikan banyak sekali manfaat nyata bagi kedamaian dan kemajuan peradaban Islam di Indonesia,” kata Kiai Cholil Nafis.

Pertemuan ini diharapkan semakin mempererat hubungan keilmuan antara MUI dan Al-Azhar serta membuka peluang kerja sama berkelanjutan dalam bidang pendidikan, pembinaan imam dan dai, serta penguatan dakwah Islam moderat.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads