Lewati ke konten utama
Selasa, 28 Juli 2026 / 13 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Menag: Hasil KUII VIII akan Kami Jadikan Program Kerja Pemerintah

2 menit baca 62 dibaca
Menag Nasaruddin Umar
Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Prof KH Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan pada Penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang bertepatan dengan Perayaan Milad ke-51 MUI di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad (27/7/2026). Foto: A Fahrur Rozi/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital — Menteri Agama Republik Indonesia Prof KH Nasaruddin Umar,  menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti hasil-hasil Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII dengan menjadikannya sebagai program kerja Kementerian Agama.

Menurutnya, berbagai rekomendasi yang dihasilkan selama tiga hari pelaksanaan kongres merupakan kontribusi strategis bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan.

"Mohon seluruh hasil-hasil kongres yang dipaparkan selama tiga hari itu disampaikan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama," kata Nasaruddin saat memberikan sambutan pada Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus penutupan KUII VIII di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Ahad (26/7/2026).

Nasaruddin memastikan pemerintah akan menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang lahir dari forum tertinggi umat Islam tersebut. "Insya Allah itu semuanya kami akan jadikan program kerja," ujarnya.

Baca juga: KUII VIII Cetuskan 12 Rekomendasi Strategis, Ini Beberapa Poin Globalnya

Menag meyakini hasil pembahasan yang dirumuskan para ulama, cendekiawan, dan tokoh umat memiliki nilai strategis untuk mendukung pembangunan nasional.

"Kami yakin di antaranya banyak yang sangat bagus. Inilah kontribusi yang kita perlukan selaku pemerintah," katanya.

Nasaruddin menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah dan MUI harus dibangun dalam semangat kolaborasi. Menurutnya, kedua pihak memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi dalam melayani umat dan menjaga kehidupan berbangsa. "Majelis Ulama akan meringankan beban pemerintah," ujarnya.

Sebaliknya, lanjut Menag, pemerintah juga berkewajiban memberikan dukungan terhadap berbagai tugas dan fungsi MUI.

"Pemerintah juga akan meringankan beban dan tugas Majelis Ulama Indonesia," katanya.

Menag mengamini pernyataan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar yang disampaikan sebelumnya dalam Milad ke-51 MUI, bahwa semangat saling meringankan beban itu merupakan fondasi penting bagi persatuan bangsa yang majemuk.

"Kalau saling meringankan beban satu sama lain, maka itulah inti yang disampaikan tadi oleh Ketua MUI kita, bahwa persatuan dan kesatuan itu satu keniscayaan bagi bangsa yang plural ini," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin turut mengapresiasi penyelenggaraan KUII VIII yang berlangsung selama tiga hari sebagai wadah bagi umat Islam Indonesia untuk merumuskan gagasan dan rekomendasi strategis bagi bangsa.

Baca juga: Tutup KUII VIII, Menag: Sinergi Pemerintah dan MUI Kunci Kemajuan Bangsa

Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran MUI, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, yang selama ini terus membangun kerja sama dengan pemerintah dalam membina kehidupan keagamaan.

"Atas nama pemerintah saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus Majelis Ulama Indonesia dari tingkat pusat sampai daerah," ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi yang telah terjalin selama ini perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.

"Sinergi seperti ini sangat diperlukan dalam era seperti sekarang ini," katanya.