Lewati ke konten utama
Jumat, 21 Agustus 2026 / 8 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

LSBPI MUI Gelar Lomba Cerpen Palestina, Karya Pemenang Berpeluang Tampil di Pameran Buku Internasional Kairo

3 menit baca 125 dibaca
Buya Pasni
Workshop Menulis Cerpen Palestina secara hibrida di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Sadam/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital--Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menggelar Sayembara Penulisan Cerpen Palestina Tingkat Internasional (International Short Story Award on Palestine / ISSA–Palestine 2026). Menariknya, karya para pemenang utama dalam ajang ini berpeluang besar untuk diterbitkan dalam bentuk buku dan dibawa ke pameran buku bereputasi dunia, Cairo International Book Fair.

Ketua LSBPI MUI, Habiburrahman El Shirazy atau yang akrab disapa Kang Abik, menyampaikan bahwa program prioritas ini terbuka bagi masyarakat umum tanpa batasan usia maupun kategori. Peserta dapat mengirimkan karya cerita pendek dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.

​"Kita akan ikhtiarkan, terutama yang nanti berbahasa Arab ya, diterbitkan dalam bentuk buku. Saya ikhtiarkan cerpen-cerpen hasil lomba ini, khususnya pemenang utama, bisa dibawa ke Cairo International Book Fair," ujar Kang Abik dalam acara Workshop Penulisan Cerpen Palestina di Gedung MUI, Jakarta, Kamis (20/8/2026). 

Baca juga: Sayembara Cerpen Palestina LSBPI MUI Jadi Narasi Tandingan Kontra Media Pro Genosida

Penulis novel kenamaan tersebut menjelaskan bahwa pilihan wahana cerita pendek dinilai paling ideal dan wasathiyah (berada di tengah), tidak terlalu singkat seperti puisi, namun tidak sepanjang novel, sehingga memudahkan proses seleksi objektif oleh dewan juri dari sisi sastra dan konten.

Lebih dari sekadar kompetisi, Kang Abik mengatakan bahwa lomba ini diselenggarakan sebagai bentuk solidaritas dan kesaksian atas penderitaan rakyat Palestina yang belum berakhir. Melalui karya sastra, LSBPI MUI ingin memastikan bahwa masyarakat Indonesia terus merawat kepedulian serta berpihak pada nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan.

​"Kita harus menjadi bagian yang menuliskan kesaksian dan mendukung saudara-saudara kita di Palestina. Supaya mereka tahu, kita tidak hanya bersama dalam pikiran dan jiwa, tetapi juga hadir dalam perjuangan mereka," tegasnya.

Selain itu, Kang Abik mengingatkan pentingnya menjaga ingatan sejarah peradaban Islam terkait Masjid Al-Aqsha serta kontribusi historis Palestina yang menjadi salah satu negara awal pendukung kemerdekaan Indonesia.

Sayembara ISSA–Palestine 2026 ini bersifat gratis dan menjadi wadah terbuka bagi para penulis, seniman, hingga masyarakat umum untuk menyuarakan penolakan terhadap penindasan hak asasi manusia di Palestina.

Baca juga: Hadirkan 2 Sastrawan Terkemuka, LSBPI MUI akan Gelar Workshop Menulis Cerpen Palestina Besok

Sementara itu, Wakil Ketua LSBPI MUI Helvy Tiana Rosa mengatakan bahwa sayembara penulisan cerpen internasional ini bersifat terbuka dan inklusif, tanpa melihat latar belakang agama maupun suku para peserta.

​"Pesertanya tidak harus Muslim. Silakan kawan-kawan mana saja yang mau ikut, agama apa pun. Di Palestina sendiri, entitas Kristianinya juga ada dan mereka juga mengalami tekanan dari Zionis di sana. Banyak contoh karya sastra yang menggambarkan persahabatan indah antara warga Muslim dan Kristen yang saling menjaga," ungkapnya.

Secara teknis penulisan, LSBPI MUI memberikan kebebasan penuh bagi para penulis untuk mengekspresikan gagasan mereka. Gagasan utama yang diusung yakni kemanusiaan, keimanan, dan kemerdekaan. Penulis dibebaskan menentukan titik berat atau fokus cerita sesuai dengan sudut pandang dan perenungan masing-masing.