Lewati ke konten utama
Selasa, 13 Oktober 2026 / 2 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
RI Ichsan Marsha (Tengah) Juru Bicara Kemenhaj
Juru Bicara Kemenhaj RI Ichsan Marsha. Foto: MCH
Berita

Kemenhaj Imbau Tingkatkan Kewaspadaan Menyusul Serangan di Bandara Riyadh

Kemenhaj Imbau Tingkatkan Kewaspadaan Menyusul Serangan di Bandara Riyadh

/ 2 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 75 dibaca

Jakarta, MUI Digital— Menyikapi perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyatakan bahwa keselamatan jamaah umrah Indonesia adalah prioritas utama pemerintah. 

Kemenhaj memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada jamaah umrah asal Indonesia yang terdampak langsung oleh situasi tersebut dan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan, Kemenhaj menyampaikan sejumlah imbauan penting. Bagi jamaah yang saat ini berada di Arab Saudi, Kemenhaj mengimbau agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan memfokuskan kegiatan pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah. 

Kemenhaj meminta jamaah untuk membatasi perjalanan yang tidak mendesak ke luar wilayah tersebut, mematuhi seluruh arahan otoritas setempat, menghindari lokasi yang berpotensi rawan, dan terus berkoordinasi secara aktif dengan pihak travel.

Sejalan dengan hal tersebut, Kemenhaj juga menginstruksikan seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel umrah untuk menjadikan keselamatan jamaah sebagai prioritas utama.

Pihak travel diwajibkan untuk memantau kondisi jamaah, memberikan pendampingan, serta segera menginformasikan setiap perubahan jadwal beserta langkah penanganannya, termasuk memastikan jamaah dapat menghubungi petugas saat membutuhkan bantuan di lapangan.

Terkait kondisi terkini para jamaah, Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan data secara komprehensif.

"Berdasarkan data yang terdaftar di sistem kami, hingga Minggu, 11 Oktober 2026, total ada 37 jamaah yang berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khaled, Riyadh. Berdasarkan komunikasi yang kami jalin bersama dengan Kementerian Luar Negeri serta KBRI Riyadh, alhamdulillah tidak ada jamaah umrah yang menjadi korban dalam serangan tersebut," kata Ichsan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Lebih lanjut, bagi calon jamaah yang belum berangkat diharapkan untuk memastikan kembali status penerbangan dan kesiapan perjalanan bersama pihak travel masing-masing.

Mereka juga diminta untuk selalu mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah sebelum mengambil keputusan terkait keberangkatan.

Untuk keluarga jamaah di Tanah Air, Kemenhaj berpesan agar tetap tenang dan terus menjaga komunikasi dengan jamaah maupun pihak travel. 

Masyarakat pun diimbau untuk tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada informasi dari kanal resmi Kemenhaj, Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta otoritas Arab Saudi.

"Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi seluruh jamaah dan melancarkan ibadah serta perjalanan mereka," kata Ichsan.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) mengumumkan serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid pada Ahad (11/10/2026).

Insiden tersebut menyebabkan seorang warga negara Pakistan meninggal dunia, sementara 11 orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Tak hanya di Riyadh, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi pada Ahad (11/10/2026) juga mengumumkan adanya serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Fahd di Dammam, sekitar 411 kilometer dari Riyadh. Pendataan kerusakan dan inspeksi keselamatan fasilitas bandara masih dilakukan.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads