Hadiri Konferensi Internasional, Kiai Cholil Sampaikan Fatwa dan Komitmen Strategis MUI untuk Menjaga Bum
Junaidi
Penulis
Konferensi tersebut berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada tanggal 6-7 November 2023. Dihadiri oleh 28 pemuka lintas agama dari seluruh penjuru dunia.
"Telah nyata di hadapan kita bahwa hilangnya keseimbangan alam serta ekosistem akibat perubahan iklim itu disebabkan tangan jahil manusia yang tidak terpuji," buka Kiai Cholil dalam presentasi makalahnya seperti diunggah dalam video singkat di akun Instagram pribadinya @cholilnafis pada Selasa (7/11/2023).
Dalam makalahnya tersebut Kiai Cholil menjabarkan kengerian, kerugian serta bencana yang telah dan akan terjadi jika kenaikan suhu bumi juga perubahan iklim gagal diantisipasi.
"Perubahan ini akan menyebabkan cuaca bumi menjadi ekstrem yang merusak keseimbangan ekosistem sebagai pendukung kehidupan manusia dan seluruh makhluk bumi," paparnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini di hadapan para pemuka lintas agama menjelaskan bahwa ajaran Islam memiliki komitmen tinggi dalam menjaga kelestarian bumi.
"Dalam pendidikan Islami, kita dapat menemukan perintah yang tegas bagi umatnya tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam," tambah Kiai Cholil.
Sebagai tokoh MUI, Kiai Cholil juga menerangkan bagaimana wadah para ulama dan zu'ama Indonesia berperan dalam bertanggung jawab dalam menjaga bumi.
"MUI banyak mengeluarkan fatwa sebagai panduan berinteraksi dengan alam dan menjaga kelestarian lingkungan dan iklim," jelasnya.
Setidaknya, dalam makalah setebal 34 halaman yang ditulis Kiai Cholil, dijelaskan 7 fatwa MUI yang memberikan tuntunan menjaga lingkungan.
Di antaranya fatwa tentang air daur ulang, penambangan ramah lingkungan, pelestarian satwa langka untuk menjaga keseimbangan ekosistem, pengelolaan sampah, hukum pembakaran hutan dan lahan serta pengendaliannya, dan tentang pendayagunaan zakat, infak, dan wakaf untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi.
Selain itu, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga menerangkan program Majelis Ulama Indonesia bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang meluncurkan Masjid Ramah Lingkungan atau ecoMasjid.
Program ini, terang Kiai Cholil, dimulai dengan pengelolaan sumber daya air dan penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Di akhir makalahnya, Kiai Cholil mendorong agar semua tuntunan MUI ini diketahui terutama oleh masyarakat muslim dan dianjurkan untuk menyebarluaskannya.
(Ilham Fikri/Angga)