Lewati ke konten utama
Kamis, 1 Oktober 2026 / 19 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Masjid Al-Aqsa
Kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem Palestina- Photo by Levi Meir Clancy on Unsplash
Berita

26 Tahun Intifada Al-Aqsa, Hamas Ajak Dunia Islam Perkuat Dukungan untuk Palestina

26 Tahun Intifada Al-Aqsa, Hamas Ajak Dunia Islam Perkuat Dukungan untuk Palestina

/ 19 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca 163 dibaca

Yerusalem, MUI Digital — Peristiwa di kompleks Masjid Al-Aqsa pada 28 September 2000 menjadi awal gelombang perlawanan rakyat Palestina yang dikenal sebagai Intifada Al-Aqsa. 

Dua puluh enam tahun kemudian, Hamas kembali mengajak dunia Arab, umat Islam, dan masyarakat internasional mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh hak-hak mereka.

Seruan itu disampaikan Hamas dalam pernyataan untuk memperingati 26 tahun Intifada Al-Aqsa, Senin (28/9/2026).

Dikutip MUI Digital dari TRT World, Kamis (1/10/2026), Hamas menyatakan perjuangan untuk mempertahankan tanah dan tempat-tempat suci Palestina akan terus menjadi perhatian mereka.

Hamas menilai peringatan tahun ini terjadi ketika tindakan Israel terhadap warga Palestina dan tempat-tempat suci semakin meningkat. Kelompok itu secara khusus menyoroti situasi di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur.

Dalam pernyataannya, Hamas menuding Israel melindungi kelompok ekstremis yang memasuki kawasan Al-Aqsa. Hamas juga menuduh Israel berupaya mengubah identitas kawasan tersebut, mencaplok wilayah Palestina, dan memindahkan penduduknya.

Hamas menegaskan rakyat Palestina tidak akan melepaskan tanah, hak, maupun tempat-tempat suci mereka. Karena itu, Hamas menyerukan agar kelompok-kelompok Palestina menyusun strategi bersama. Mereka juga meminta negara-negara Arab, negara-negara Muslim, dan masyarakat dunia memberikan dukungan secara berkelanjutan.

Dukungan tersebut, menurut Hamas, bisa diwujudkan melalui langkah politik dan diplomasi, pemberitaan media, serta aksi masyarakat untuk menentang tindakan yang menyasar Masjid Al-Aqsa.

Intifada Al-Aqsa bermula setelah Ariel Sharon, yang saat itu merupakan pemimpin oposisi Israel, mendatangi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dengan pengawalan ketat pada 28 September 2000. Peristiwa tersebut memicu gelombang perlawanan rakyat Palestina yang berlangsung sekitar lima tahun.


Menurut angka resmi yang dikutip dari TRT World, 4.412 warga Palestina meninggal dunia dan 48.322 lainnya terluka selama periode Intifada Al-Aqsa.

Persoalan Palestina sendiri telah berlangsung jauh sebelum peristiwa tersebut. TRT World mencatat, berdirinya Israel pada 1948 disertai pengusiran sedikitnya 750 ribu warga Palestina dari tempat tinggal mereka. 

Hingga kini, pendudukan wilayah Palestina dan tuntutan pembentukan negara Palestina tetap menjadi persoalan yang belum terselesaikan.

BAGIKAN: