MUI Sumut dan Ormas Islam Perkuat Ukhuwah Hadapi Tantangan Sosial-Politik
MUI Sumut dan Ormas Islam Perkuat Ukhuwah Hadapi Tantangan Sosial-Politik
Medan, muisumut.or.id., 27 Oktober 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar Dialog Ukhuwah Kolaborasi Ormas Islam dan MUI Sumut untuk memperkuat sinergi organisasi kemasyarakatan Islam dalam membangun kemaslahatan umat dan bangsa. Kegiatan yang berlangsung di Aula MUI Sumut, Selasa (27/10/2026), mengangkat tema “Sinergitas Ormas Islam Membangun Kemaslahatan Umat dan Bangsa”.
Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, dalam sambutannya menegaskan bahwa ukhuwah islamiyah merupakan fondasi penting untuk menjaga persatuan umat di tengah beragam tantangan sosial dan politik. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menghalangi umat Islam untuk bekerja sama demi kepentingan bersama.

“Ukhuwah islamiyah serta kerukunan umat beragama menanamkan nilai-nilai Islam wasathiyah, sehingga perbedaan pendapat tidak membuat kita terpecah sebagai sesama umat Islam,” ujar Maratua di hadapan para pimpinan dan kader ormas Islam yang hadir.
Ia juga menyoroti persoalan penyalahgunaan narkoba yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan masa depan generasi muda. Dalam menghadapi persoalan tersebut, ulama dan ormas Islam dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pembinaan moral, meningkatkan kesadaran keagamaan, serta mendorong upaya pencegahan melalui kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.
Dr. H. Maratua Simanjuntak turut menyinggung peran umat Islam dalam menyikapi dinamika politik. Menurutnya, MUI tidak bersikap anti-politik. Umat Islam justru perlu memahami dan menyikapi politik secara bijaksana berdasarkan nilai-nilai siyasah islamiyah, dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan kemaslahatan umat.
Sementara itu, keynote speaker Dr. H. Dedi Iskandar, S.Sos., M.SP., yang merupakan Ketua Umum Pengurus Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara sekaligus anggota Dewan Pertimbangan MUI Sumut, mengingatkan pentingnya menjaga soliditas antarormas Islam, terutama dalam menghadapi dinamika sosial dan menjelang tahun politik.
Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan politik maupun afiliasi partai tidak boleh merusak persaudaraan dan kerja sama antarorganisasi Islam.
“Sinergitas kita dalam membangun kemaslahatan umat tidak boleh terganggu hanya karena kita memiliki perbedaan pandangan dan pilihan politik,” ujar Dedi.
Menurutnya, tokoh agama dan pimpinan ormas Islam juga memiliki tanggung jawab moral dalam merespons persoalan sosial, termasuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Meskipun penegakan hukum merupakan kewenangan aparat, ulama dan ormas Islam dapat berkontribusi melalui edukasi, pencerahan keagamaan, serta pembinaan masyarakat.
Dedi juga mendorong keterbukaan komunikasi dengan berbagai elemen bangsa, termasuk melalui silaturahmi dengan kelompok yang memiliki latar belakang politik berbeda. Komunikasi tersebut dinilai penting untuk membangun kesepahaman dan menjaga kepentingan umat di tengah perbedaan.
Dialog Ukhuwah ini menjadi ruang konsolidasi antara MUI Sumut dan ormas Islam untuk memperkuat koordinasi, membangun kemandirian organisasi, serta merumuskan kolaborasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui forum tersebut, MUI Sumut berharap ukhuwah islamiyah, sikap moderat, dan semangat kebersamaan semakin kuat, sehingga ormas Islam dapat berperan sebagai perekat persatuan dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa.