Lewati ke konten utama
Selasa, 27 Oktober 2026 / 16 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Babe Haekal
Tukar Pikiran Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 (WHO 2026) yang digelar di Kantor MUI, Kamis (8/10/2026). Foto: Junaidi/ MUI Digital
Berita

Gen Halal Championship 2026, Kepala BPJPH Tekankan Pentingnya Halal dan Gizi

Gen Halal Championship 2026, Kepala BPJPH Tekankan Pentingnya Halal dan Gizi

/ 16 Jumadil Awal 1448 H 6 menit baca 72 dibaca

Jakarta, MUI Digital— Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Prof Ahmad Haikal Hasan, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap penyelenggaraan Gen Halal Championship 2026 oleh LPPOM. 

Menurutnya, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperluas pengetahuan, dan memahami pentingnya produk halal dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan tersebut memperlihatkan pentingnya memperkenalkan literasi halal sejak dini. Melalui pendekatan edukatif dan kompetitif, generasi muda diharapkan dapat memahami nilai halal secara lebih menyeluruh sekaligus mengembangkan potensi diri untuk berkontribusi dalam membangun ekosistem halal Indonesia.

Sosok yang akrab dikenal sebagai Babeh Hasan ini menilai bahwa kompetisi edukatif dapat menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan pengetahuan halal kepada generasi muda.

Dia menekankan pelajar tidak hanya diajak memahami konsep halal, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis, meningkatkan wawasan, dan membangun semangat berprestasi.

Kegiatan ini menurutnya,. lebih dari sekedar kompetisi, tapi menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berpikir kritis, berprestasi, dan memahami pentingnya produk halal sejak dini. 

“Sehingga generasi muda turut berkontribusi guna membangun bangsa kita tercinta,” ujar Babeh Haikal, dalam keterangannya pers di Jakarta, Selasa (27/10/2026). 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa edukasi halal tidak seharusnya berhenti pada pengenalan label atau status suatu produk.

Dia mengingatkan generasi muda juga perlu memahami pentingnya informasi produk dan mempertimbangkan aspek kehalalan ketika menentukan pilihan konsumsi maupun penggunaan produk dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi pelajar, pemahaman tersebut dapat menjadi bekal untuk membangun kebiasaan yang lebih bijak. 

Dengan pengetahuan yang memadai, mereka diharapkan mampu mengenali informasi yang relevan, mengajukan pertanyaan secara kritis, dan memahami alasan di balik pentingnya memperhatikan aspek halal.

Dalam konteks ini, Gen Halal Championship 2026 memberikan ruang belajar yang mendorong peserta untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus menerapkannya melalui pengalaman kompetisi. 

Dukungan BPJPH juga menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam memperluas literasi halal di kalangan generasi muda.

Selain menyoroti pentingnya edukasi halal, Babeh Haikal mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia perlu memperhatikan kualitas jiwa dan raga. Hal ini berkaitan dengan pengetahuan, karakter, serta kebiasaan sehari-hari, termasuk kesadaran terhadap makanan yang dikonsumsi.

Dia menyampaikan pesan yang merujuk pada semangat membangun jiwa dan raga sebagai bagian dari pembangunan bangsa. Menurutnya, perhatian terhadap kehalalan makanan perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kesehatan dan kecukupan gizi.

“Ingat, bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Jiwa dibangun dengan makanan halal dan raga dibangun dari makanan yang sehat dan bergizi. Jadi halal dan bergizi. Itulah Indonesia yang memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat ekosistem halal dunia,” ungkap Babeh Haekal. 

Pesan tersebut memperluas pemahaman generasi muda mengenai halal. Halal tidak hanya perlu dipahami sebagai ketentuan yang harus dipenuhi, tetapi juga sebagai bagian dari kesadaran ketika memilih produk. Sementara itu, aspek kesehatan dan gizi turut menjadi pertimbangan penting dalam membangun kebiasaan hidup yang lebih baik.

Pemahaman yang menyeluruh diharapkan dapat membantu pelajar melihat hubungan antara pengetahuan, pilihan konsumsi, dan tanggung jawab pribadi. 

Dengan demikian, edukasi halal dapat memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar pemahaman teori, karena nilai yang dipelajari juga dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Babeh Haikal juga menyoroti potensi Indonesia untuk menjadi salah satu pusat ekosistem halal dunia. Potensi tersebut perlu didukung oleh generasi muda yang memiliki pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian terhadap perkembangan sektor halal. 

Karena itu, penguatan literasi halal menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan generasi yang mampu memahami peluang dan tantangan di sektor tersebut.

Babeh Haekal turut menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat memanfaatkan kompetisi sebagai kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. 

Dia mendorong para pelajar agar tidak hanya berorientasi pada hasil perlombaan, tetapi juga menjadikan proses kompetisi sebagai pengalaman yang memperkaya pengetahuan dan membangun kepedulian terhadap isu halal.

“Karena itu, kepada seluruh peserta Gen Halal Championship, saya ucapkan selamat berkompetisi, teruslah belajar, jadilah generasi hebat penggerak ekosistem halal Indonesia, bangun jiwanya, bangun badannya, bangun raganya untuk Indonesia. Selamat! Terima kasih,” tuturnya.

Ruang generasi muda

Penguatan literasi halal di kalangan generasi muda semakin relevan seiring berkembangnya ekosistem halal. Pemahaman yang baik dapat membantu pelajar mengenali berbagai aspek yang berkaitan dengan halal sekaligus mendorong mereka untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan.

Melalui Gen Halal Championship 2026, LPPOM membuka ruang bagi generasi muda untuk memahami bahwa pengetahuan halal dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus bekal untuk berkontribusi pada masa depan. 

Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kesadaran dalam memilih produk merupakan aspek yang dapat dikembangkan melalui proses edukasi yang berkelanjutan.

Dukungan BPJPH terhadap kompetisi ini turut memperkuat pentingnya kolaborasi dalam memperluas pemahaman halal di masyarakat. 

Kerja sama berbagai pihak diperlukan agar edukasi halal dapat menjangkau lebih banyak kalangan dan disampaikan melalui pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan audiens, termasuk generasi muda.

Harapannya, pengetahuan yang diperoleh selama kompetisi tidak berhenti ketika rangkaian perlombaan berakhir. Para peserta diharapkan dapat membawa pemahaman tersebut ke lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, sekaligus membangun kebiasaan yang lebih cermat dalam memilih produk.

Sejalan dengan pesan Ahmad Haikal Hasan, membangun generasi berkualitas membutuhkan perhatian terhadap pengetahuan, karakter, serta kesadaran dalam kehidupan sehari-hari. 

Melalui Gen Halal Championship 2026, LPPOM berharap semakin banyak generasi muda yang memahami nilai halal, terus mengembangkan potensi diri, dan mengambil peran dalam memperkuat ekosistem halal Indonesia menuju tingkat global.

Gen Halal Championship 2026 dijadwalkan memasuki babak Grand Final pada 6–8 November 2026. Agenda ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian kompetisi yang diselenggarakan LPPOM untuk pelajar.

Gen Halal Championship 2026 merupakan sebuah kompetisi edukatif yang mengajak pelajar memahami konsep halal secara kritis, kreatif, dan aplikatif.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk menguji pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir dan memperluas wawasan mengenai ekosistem halal.

Kompetisi ini terbuka bagi pelajar SMA, SMK, MA, atau sederajat dari berbagai wilayah Indonesia. Memasuki tahun kedua atau Season 2, Gen Halal Championship menjadi salah satu upaya LPPOM untuk memperluas jangkauan edukasi halal di kalangan generasi muda melalui pendekatan yang dekat dengan dunia pelajar.

Pada penyelenggaraan 2026, kompetisi ini diikuti oleh 4.525 peserta dari 33 provinsi, 177 kabupaten/kota, dan 443 sekolah, termasuk peserta yang berasal dari Jepang. Setelah melewati rangkaian penyisihan, sebanyak 300 siswa akan terpilih untuk melanjutkan perjuangan ke babak semifinal.

Jumlah partisipasi tersebut menunjukkan jangkauan kompetisi yang melibatkan pelajar dari berbagai wilayah. Selain menjadi sarana menguji pengetahuan, kegiatan ini membuka kesempatan bagi peserta untuk belajar melalui pengalaman kompetitif, mengembangkan semangat berprestasi, dan mengenal isu halal secara lebih mendalam.  (GI/YN)

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads