Tekan Angka Perceraian, PPRK MUI Jatim Gelar Webinar “Happy Home” untuk Bangun Ketahanan Keluarga
SURABAYA, MUI Jatim – Guna merespons dinamika dan tantangan keluarga pada era digital, Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur resmi menyelenggarakan acara Webinar Series: Inspirasi Keluarga Bahagia Seri 1 pada Jumat, 31 Juli 2026. Acara yang mengusung tema Happy Home: Strategi Membangun Keluarga Sehat & Mental Kuat ini dilaksanakan secara daring mulai pukul 13.30 hingga 16.00 WIB melalui platform Zoom dan kanal YouTube MUI.
Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai instansi pemerintah, perguruan tinggi, hingga organisasi masyarakat ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, Dr. K.H. M. Hasan Ubaidillah. Dalam sambutan dan arahannya, beliau menyoroti kondisi faktual ketahanan keluarga di Indonesia yang saat ini rentan dan rapuh.
Dr. K.H. M. Hasan Ubaidillah memaparkan data statistik tahun 2026 yang menunjukkan bahwa angka perceraian di Indonesia hampir menyentuh 500 ribu kasus. Jawa Timur menempati posisi kedua angka perceraian tertinggi setelah Jawa Barat. Beliau menegaskan bahwa faktor utama penyebab rapuhnya rumah tangga tersebut bermuara pada perselisihan yang diakibatkan oleh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselingkuhan, dan masalah ekonomi.
Dampak terberat dari permasalahan ini dirasakan oleh anak-anak yang menjadi korban, sehingga mereka menjadi lemah baik secara mental, pendidikan, maupun kesehatannya. Oleh karena itu, beliau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah strategis Komisi PPRK MUI Jawa Timur.
Gus Ubaid menegaskan, “Kegiatan yang ditampilkan tadi luar biasa, istimewa dan ini tentu menjadi rujukan dari komisi-komisi yang lain untuk berlomba-lomba melaksanakan program-program yang selalu bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.”
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Komisi PPRK MUI Jawa Timur, Prof. Mutim, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan keluarga sebagai fondasi utama pendidikan karakter. Beliau mengingatkan bahwa arus teknologi pada era digital membawa banyak perubahan yang dapat memicu peningkatan stres, kecemasan, hingga konflik keluarga.
“Keluarga merupakan madrasah pertama bagi setiap manusia, dari keluarga lah lahir generasi yang beriman, berakhlak, sehat dan tangguh,” ungkap Prof. Mutim.
Beliau juga menambahkan bahwa tidak ada keluarga yang terbebas dari masalah, namun ketahanan keluarga ditentukan oleh cara mereka menghadapinya. “Keluarga yang kuat adalah keluarga yang mampu mengelola permasalahannya, membangun komunikasi yang sehat, saling menguatkan, saling menghargai, difondasi oleh nilai-nilai agama yang menjadi pijakan,” jelasnya.
Webinar seri pertama ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Prof. Dr. Hj. Muslihati, M.Pd. dari MUI Jawa Timur dan Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I. dari PPRK Jember. Ke depan, Komisi PPRK MUI Jawa Timur merencanakan kegiatan webinar series ini sebagai agenda rutin yang akan dilaksanakan setiap akhir bulan dengan mengangkat tema-tema kontemporer untuk mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.