Lewati ke konten utama
Minggu, 8 November 2026 / 28 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Menjemput Rezeki Halal dan Berkah: Pesan Mendalam MUI Boyolali untuk Para ASN
Jawa Tengah

Menjemput Rezeki Halal dan Berkah: Pesan Mendalam MUI Boyolali untuk Para ASN

Menjemput Rezeki Halal dan Berkah: Pesan Mendalam MUI Boyolali untuk Para ASN

/ 26 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca
BOYOLALI – Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Ageng Boyolali pada Jumat (6/11). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Boyolali bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menggelar acara pengajian khusus yang diperuntukkan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan komplek kantor terpadu Pemerintah Daerah.
Acara kerohanian ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua MUI Boyolali, KH. M. Zunaedi, M.Pd.I., Sekretaris Umum MUI, KH. Moh Rosyid, M.Pd.I., serta Ketua Takmir Masjid Ageng, H. Binasih.
Tampil sebagai penceramah utama, Ketua MUI Boyolali KH. M. Zunaedi membawakan tema yang sangat relevan dengan keseharian abdi negara, yakni “Rezeki yang Halal dan Berkah: Antara Gaji, Tunjangan, dan Tanggung Jawab sebagai ASN.”
Dalam tausiyahnya, KH. M. Zunaedi membedah konsep rezeki bagi seorang ASN ke dalam empat poin penting yang didasarkan pada tuntunan Al-Qur’an:
  • Makna Rezeki Halal dan Berkah (QS. Hud: 6) Bagi seorang ASN, rezeki yang halal sangat berkorelasi antara upah yang diterima dengan kinerja yang diberikan. Jabatan bukanlah sekadar kedudukan, melainkan sebuah amanah yang mengharuskan setiap pegawainya untuk selalu menjaga integritas.
  • Prinsip Utama Kinerja ASN (QS. Ibrahim: 7 & QS. Al-Asr: 1-3) Agar pekerjaan bernilai ibadah, ASN dituntut untuk memegang prinsip disiplin pada jam kerja, memberikan pelayanan kepada masyarakat secara tulus, menanamkan rasa syukur, serta memikul tanggung jawab secara penuh.
  • Titik Kritis Kehalalan Gaji dan Tunjangan (QS. Al-Baqarah: 168) Terdapat batasan-batasan kritis yang menentukan kehalalan pendapatan seorang ASN. Hal ini meliputi kedisiplinan tingkat kehadiran, kesesuaian pencapaian target kinerja, hingga keharusan untuk menghindari segala bentuk konflik kepentingan (conflict of interest) di tempat kerja.
  • Ciri-Ciri Rezeki yang Berkah (QS. An-Najm: 39-40) Gaji dan tunjangan yang berkah akan membawa dampak positif yang nyata. Ciri utamanya adalah hadirnya ketenangan hati, tercukupinya segala kebutuhan hidup, serta menjadi pemicu semangat untuk terus melakukan amal kebaikan.
Melalui pengajian ini, diharapkan para ASN di lingkungan Pemkab Boyolali dapat terus menyelaraskan antara tanggung jawab profesi dengan nilai-nilai spiritual, sehingga setiap tetes keringat dan gaji yang dibawa pulang benar-benar membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. (mz)
Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads