Lewati ke konten utama
Minggu, 18 Oktober 2026 / 7 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
AI
Platform Alif (AI Gamified Learning for Islamic Finance), sekelompok mahasiswa menghadirkan pembelajaran ekonomi dan keuangan syariah berbasis permainan yang interaktif dan menyenangkan. Platform tersebut dikembangkan oleh tim yang terdiri atas mahasiswa Ekonomi Syariah IPB University dan mahasiswa Computer Science BINUS University. Foto: Fitri/ MUI Digital
Berita

Mengenal Alif, Inovasi Gim Digital Literasi Syariah: Dari dan untuk Generasi Muda

Mengenal Alif, Inovasi Gim Digital Literasi Syariah: Dari dan untuk Generasi Muda

/ 7 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 97 dibaca

Jakarta, MUI Digital –  Inovasi digital menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda. 

Melalui platform Alif (AI Gamified Learning for Islamic Finance), sekelompok mahasiswa menghadirkan pembelajaran ekonomi dan keuangan syariah berbasis permainan yang interaktif dan menyenangkan.

Platform tersebut dikembangkan oleh tim yang terdiri atas mahasiswa Ekonomi Syariah IPB University dan mahasiswa Computer Science BINUS University. Dalam ajang Hackathon X Digdaya, tim Alif berhasil meraih peringkat keenam dari sekitar 2.000 tim peserta.

Team Lead dan Project Manager, Rifki Hilman Fauzi, menjelaskan gagasan pengembangan Alif berangkat dari kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai produk keuangan syariah belum sepenuhnya diikuti oleh penggunaan produk tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami melihat adanya keresahan antara kesenjangan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya seusai ditemui di stan saat gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (15/10/2026) lalu. 

Dia menambahkan, orang sebenarnya sudah paham dan mengetahui adanya produk serta bank syariah, tetapi masih jarang yang menggunakan produk syariah. 

Melalui Alif, tim pengembang berupaya menghadirkan metode pembelajaran yang lebih dekat dengan karakter generasi muda. Konsep gamifikasi dipilih agar pengguna dapat memahami prinsip-prinsip keuangan syariah melalui simulasi permainan.

Dia menjelaskan, pendekatan tersebut memungkinkan pengguna belajar dari kesalahan tanpa harus menghadapi konsekuensi nyata seperti dalam transaksi keuangan sehari-hari.

“Dengan konsep permainan, pemain tidak akan merasa takut untuk melakukan kesalahan. Ketika salah, kesalahannya terjadi di dalam permainan, bukan dalam kehidupan nyata,” jelasnya.

Selain fitur permainan, Alif juga dilengkapi dengan fitur Tanya Alif, yang dirancang untuk membantu pengguna memperoleh jawaban atas pertanyaan seputar hukum dan prinsip ekonomi syariah. 

Fitur ini dikembangkan dengan merujuk pada fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Alquran dan hadis.

Dengan fitur tersebut, pengguna diharapkan tidak hanya mengenal produk keuangan syariah, tetapi juga memahami landasan dan ketentuan syariah yang mendasarinya.

Selain itu, Lead Game Developer dan Visual Artist, Andrian Raihannudin, memperkenalkan GG Universe, platform berbeda yang masih terhubung dalam ekosistem inovasi digital mereka. 

Platform ini menghadirkan pendamping berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dapat disesuaikan dengan bidang tertentu, termasuk ekonomi syariah dan pembelajaran mengaji.

“Di GG Universe ini, kita bisa memasukkan AI ke dalam jurusan spesifik-spesifik, seperti ekonomi syariah. Ada juga AI untuk mengaji dan untuk belajar tentang suatu event,” jelasnya.

Di luar pengembangan Alif, berbagai tim dalam ekosistem inovasi yang didukung Bank Indonesia juga mengembangkan solusi digital di bidang ekonomi syariah. 

Beberapa di antaranya menyasar digitalisasi ekonomi pesantren dan pemanfaatan teknologi blockchain untuk meningkatkan transparansi pencatatan akad maupun transaksi.

Menurutnya, berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pembelajaran sekaligus mendorong masyarakat menggunakan produk keuangan syariah.

Dia berharap pengembangan Alif dan berbagai program inovasi ekonomi syariah dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam merealisasikan potensi ekonomi syariah Indonesia.

“Ekonomi syariah memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi masyarakat maupun peluang pengembangannya. Sebagus apa pun sebuah gagasan, kalau tidak direalisasikan, itu hanya menjadi wacana,” katanya. (Fitri)

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads