Lewati ke konten utama
Senin, 6 Juli 2026 / 20 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Kritik Muncul terhadap Tim Negosiasi AS dalam Pembicaraan dengan Iran

2 menit baca 431 dibaca
Perundingan AS Iran
Ilustrasi perundingan AS Iran. Foto: AI Modified/ChatGPT
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Tim negosiasi Amerika Serikat (AS) dalam pembicaraan dengan Iran menuai kritik terkait potensi konflik kepentingan yang melibatkan sejumlah pejabat yang memimpin proses diplomasi tersebut.

Dikutip MUI Digital dari Aljazeera pada Kamis, (2/7/2026). Sorotan diarahkan kepada Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump yang sebelumnya berperan dalam berbagai inisiatif diplomatik di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah pengamat menilai latar belakang keduanya sebagai pebisnis, termasuk di sektor properti dan investasi, menimbulkan pertanyaan mengenai independensi dalam menjalankan diplomasi Amerika Serikat.

Kritik tersebut juga menyoroti hubungan bisnis Kushner melalui perusahaan investasinya, Affinity Partners, yang memperoleh pendanaan dari dana kekayaan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. 

Baca juga: AS dan Iran Masih Berselisih Soal Inspektur Nuklir dan Aset Beku

Di sisi lain, Witkoff juga disorot karena keterlibatannya dalam bisnis properti dan investasi aset digital yang memiliki hubungan dengan keluarga Trump.

Para pengkritik berpendapat bahwa kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, terutama ketika Amerika Serikat berupaya memediasi berbagai persoalan keamanan di Timur Tengah, termasuk perundingan dengan Iran.

Selain itu, keduanya juga dinilai memiliki hubungan yang dekat dengan Israel. Kushner diketahui pernah memimpin berbagai inisiatif diplomatik Timur Tengah pada pemerintahan pertama Presiden Donald Trump, termasuk mendorong lahirnya Kesepakatan Abraham (Abraham Accords).

Sejumlah analis berpendapat bahwa kombinasi kepentingan bisnis dan peran diplomatik dapat memengaruhi persepsi negara-negara di kawasan terhadap netralitas Amerika Serikat sebagai pihak yang terlibat dalam proses perundingan.

Baca juga: AS Kembali Serang Teheran, Iran Membalas: Perundingan Damai Runtuh?

Meski demikian, pemerintahan Presiden Donald Trump berulang kali menegaskan bahwa pengalaman para pejabat tersebut dalam dunia bisnis dinilai menjadi modal penting dalam membangun kesepakatan internasional yang menguntungkan Amerika Serikat.

Hingga kini, pemerintah AS belum memberikan tanggapan resmi terhadap kritik mengenai dugaan konflik kepentingan yang disampaikan sejumlah pengamat tersebut. 

Sementara itu, proses pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung di tengah upaya kedua negara meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.