HSN 2026, Pengasuh Asshiddiqiyah: Santri Siap Tunjukkan Kehebatan dan Beri Manfaat Bagi NKRI
HSN 2026, Pengasuh Asshiddiqiyah: Santri Siap Tunjukkan Kehebatan dan Beri Manfaat Bagi NKRI
Jakarta, MUI Digital— Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, KH Ahmad Mahrus Iskandar (Gus Mahrus) mengingatkan pentingnya peran strategis santri dalam menjaga keutuhan serta kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di era modern saat ini, kata Gus Mahrus, pengabdian para santri tidak lagi sebatas berada di lingkungan pesantren, melainkan harus hadir memberikan dampak positif dan kemanfaatan nyata bagi masyarakat luas serta bangsa Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Istighatsah Kebangsaan memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 bertema: Bersatu dalam Doa, Bersinergi Menjaga Negeri. Kegiatan ini digelar atas kerja sama Kementerian Agama RI dengan Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (22/10/2026).
Dalam sambutannya, Gus Mahrus mengungkapkan rasa syukur dan bangganya terhadap perjalanan panjang Pesantren Asshiddiqiyah yang didirikan oleh almarhum ayahnya, KH Nur Muhammad Iskandar.
Menurutnya, setelah 40 tahun lebih berkiprah, Pesantren Asshiddiqiyah kini telah berkembang pesat hingga memiliki 12 cabang pesantren yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra.
"Alhamdulillah, 12 cabang Pesantren Asshiddiqiyah ini telah melahirkan alumni-alumni yang InsyaAllah bukan hanya membanggakan agama, bukan hanya bermanfaat untuk agama, tetapi juga menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Gus Mahrus.
Gus Mahrus menggarisbawahi adanya pergeseran cara pandang santri dalam mencari keberkahan (ngalap barokah).
Jika pada zaman dahulu nilai-nilai kepatuhan ditunjukkan lewat pelayanan langsung kepada guru, maka santri masa kini dituntut untuk menunjukkannya melalui pengabdian nyata kepada masyarakat dan negara.
"Mungkin dulu santri ngalap barokah-nya dengan gosok sandal kiai-nya, tapi sekarang santri ngalap barokah dengan menjaga NKRI, meneruskan perjuangan dengan tinta-tinta kebaikan sampai akhir hayat. Selama-lamanya kami bangga menjadi santri Indonesia," kata dia menegaskan.
Gus Mahrus meyakini bahwa peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum penting untuk membangkitkan rasa percaya diri, kekuatan, serta kewibawaan santri di tengah tantangan zaman dan dinamika krisis kepercayaan yang kerap terjadi.
Dengan semangat tersebut, menurutnya, santri Indonesia dipastikan siap menunjukkan kehebatannya dalam merawat persatuan bangsa.
Mengutip petuah berharga dari almarhum KH Nur Muhammad Iskandar, Gus Mahrus mengingatkan para santri agar tidak berkecil hati atau membatasi cita-cita mereka.
Santri tidak harus selalu menjadi kiai formal di masyarakat, melainkan bisa masuk dan berkiprah di berbagai sektor kehidupan selama membawa manfaat.
"Santri Abah Yai Nur, janganlah kamu jadi kiai semua. Mengapa? Kalau kamu jadi kiai semua, nanti pas tahlilan atau tablig akbar rebutan berkah. Tapi jadilah santri yang berdampak dan memberi manfaat. Jika kamu belum bisa memberi manfaat, maka dekatilah kereta orang-orang yang bisa memberi dampak dan manfaat untuk umat," kenangnya mengutip pesan sang ayah.
Lebih lanjut, Alumni Universitas Al Ahgaff Yaman ini menekankan prinsip _khairunnas anfa'uhum linnas_ yakni sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Menurutnya, kemuliaan atau balasan yang didapatkan seorang santri bukan semata-mata diukur dari beratnya usaha (al-ujroh 'ala qadril masyaqqah), melainkan dari seberapa besar kebaikan dan kemaslahatan aal-ujroh 'ala qadril manfa'ah wal maslahah) yang berhasil ditebarkan untuk umat dan bangsa.
Dalam acara ini hadir sejumlah tokoh, antara lain, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Herry Heryawan, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Ketua MUI Bidang Infokomdigi KH Masduki Baidlowi, Dirjen Pesantren Kemenag RI sekaligus Ketua Komisi Pesantren MUI KH Basnang Said.