Hikmah Prof Niam: Pilih Circle Positif karena Berdampak Nyata dalam Membentuk Karakter
Hikmah Prof Niam: Pilih Circle Positif karena Berdampak Nyata dalam Membentuk Karakter
Jakarta, MUI Digital--Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengajak seluruh umat Islam untuk lebih selektif dan bijak dalam memilih circle pergaulan sehari-hari.
Prof Niam, begitu akrab disapa, menegaskan bahwa lingkungan pertemanan dan tempat seseorang beraktivitas memiliki dampak yang sangat nyata dalam menentukan pola pikir, perilaku, hingga pembentukan karakter diri secara keseluruhan.
Pesan tersebut disampaikan Prof Niam saat mengisi pengajian rutin mingguan membedah Kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi Al-Bantani. Pengajian yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren An-Nahdlah ini berlangsung secara hibrida pada Sabtu pagi, dihadiri secara langsung oleh para santri serta diikuti secara antusias oleh ribuan jamaah dari berbagai pelosok Indonesia melalui Zoom.
Dalam tausiyahnya, Prof Niam menjelaskan bahwa setiap manusia pada dasarnya terlahir dalam kondisi fitrah yang suci dan memiliki kesiapan alami untuk menerima kebaikan. Namun, keberadaan circle pergaulan di sekitarnya menjadi faktor penentu utama apakah fitrah kebaikan tersebut dapat terjaga dan berkembang, atau justru terkikis oleh pengaruh lingkungan yang tidak kondusif.
"Anak itu pada hakikatnya terlahir dalam kondisi fitrah. Yang membentuk dan mencetak anak, apakah menjadi baik atau belajar di lingkungan para pencoleng kemudian menjadi pencoleng, itu tergantung pendidikan orang tua dan circle-nya. Circle itulah yang akan mewarnai dia," kata Prof Niam dikutip Selasa (6/10/2026).
Guru Besar Bidang Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga menyoroti bagaimana pergaulan sehari-hari di berbagai ranah kehidupan, mulai dari lingkungan pendidikan, tempat tongkrongan anak muda, dunia kerja, hingga lingkungan bertetangga yang memberikan dampak langsung terhadap kebiasaan seseorang.
Rais Syuriah PBNU ini memaparkan bahwa seseorang yang berada di dalam circle yang permisif terhadap pelanggaran syariat, seperti meremehkan waktu sholat atau gemar bergosip, secara bertahap akan terbiasa dan memaklumi perbuatan keburukan tersebut.
Sebaliknya, berada di dalam lingkungan yang positif akan mendorong seseorang untuk tumbuh menjadi pribadi yang taat, produktif, dan bermanfaat bagi sesama. Bagi generasi muda, Prof Niam mengingatkan agar tidak menghabiskan waktu berharga dalam pertemanan yang hanya diisi dengan kegiatan sia-sia, melainkan aktif mencari komunitas yang menginspirasi serta memotivasi proses belajar.
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat ini juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dari pergaulan digital yang toksik, seperti kelompok yang gemar menyebarkan fitnah, perundungan, atau tindakan manipulatif di media sosial.
Menurut Prof Niam, seorang mukmin sejati harus mampu menghadirkan kedamaian dan tidak menjadikan aktivitas yang menyakiti orang lain sebagai bagian dari kehidupan pergaulannya. Mengenai pemilihan lingkungan tempat tinggal dan kehidupan bermasyarakat, Prof Niam mengutip kaidah klasik _al-jaru qablad dar_ atau memilih tetangga sebelum memilih rumah.
Ketua Majelis Alumni IPNU ini menekankan bahwa kenyamanan serta keselamatan agama dalam keluarga sangat bergantung pada kualitas circle lingkungan bertetangga.
Prof Niam menyampaikan bahwa apabila seseorang menyadari dirinya berada dalam circle yang membawanya pada pengaruh negatif dan kemaksiatan, maka berani melakukan hijrah dengan berpindah ke lingkungan yang lebih baik adalah langkah penting demi menyelamatkan kualitas diri dan keimanan.