Citra Satelit Tunjukkan Gaza dalam Reruntuhan, 82 Persen Bangunan Rata dengan Tanah
Citra Satelit Tunjukkan Gaza dalam Reruntuhan, 82 Persen Bangunan Rata dengan Tanah
Jakarta, MUI Digital — Citra satelit terbaru menunjukkan skala kehancuran yang terjadi di Jalur Gaza setelah hampir tiga tahun perang Israel.
Sejumlah lingkungan yang sebelumnya padat penduduk kini berubah menjadi hamparan puing, sementara lahan pertanian dan sejumlah tempat ibadah turut mengalami kerusakan.
MUI Digital mengutip dari laporan Aljazeera, Sabtu (10/10/2026) citra satelit yang baru diperbarui di Google Maps memperlihatkan perubahan drastis di berbagai wilayah Gaza, mulai dari Rafah di bagian selatan hingga Gaza Utara.
Citra tersebut memperlihatkan kawasan permukiman yang nyaris tidak lagi dapat dikenali karena sebagian besar bangunan telah hancur.
Penilaian terbaru Pusat Satelit Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOSAT) menunjukkan jumlah bangunan yang hancur di Gaza meningkat 9 persen sejak gencatan senjata diberlakukan hampir setahun lalu.
Secara keseluruhan, sekitar 82 persen bangunan di Jalur Gaza atau sekitar 200.000 bangunan telah mengalami kerusakan. Sekitar dua pertiga dari bangunan tersebut dilaporkan telah hancur.
Di Tal as-Sultan, Rafah, kawasan yang sebelumnya menjadi permukiman padat warga Palestina, citra satelit terbaru menunjukkan sebagian besar bangunan telah menghilang.
Kawasan tersebut sebelumnya menjadi salah satu tempat warga Palestina mengungsi setelah meninggalkan wilayah lain di Gaza.
Sementara itu, Al-Mawasi, yang sebelumnya merupakan kawasan pantai dengan lahan pertanian dan relatif jarang penduduk, kini dipenuhi tenda-tenda pengungsian. Kawasan tersebut sebelumnya dinyatakan sebagai “zona kemanusiaan” oleh Israel dan menjadi tempat warga Palestina mencari perlindungan.
Di Khan Younis, kerusakan juga terlihat sangat luas. Berdasarkan penilaian UNOSAT Oktober 2025, terdapat 51.885 bangunan rusak, jumlah tertinggi dibandingkan provinsi lain di Gaza. Wilayah tersebut juga merupakan salah satu pusat pertanian utama, dengan kerusakan lahan pertanian terbesar di Jalur Gaza.
Salah satu bangunan yang hancur adalah Masjid Istiqlal Indonesia di kawasan Ma'an, Khan Younis. Masjid tersebut rusak akibat perang setelah sebelumnya dibuka kembali kurang dari dua tahun sebelum kehancuran terjadi.
Di Kota Gaza, UNOSAT mencatat 51.530 bangunan rusak, dengan 41.663 di antaranya berada di wilayah kota. Pelabuhan Gaza yang sebelumnya menjadi pusat industri perikanan juga mengalami kerusakan parah.
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyebut sebagian besar kapal penangkap ikan di pelabuhan tersebut telah hancur.
Sementara itu, Kamp Pengungsi Jabalia di Gaza Utara juga mengalami kehancuran besar. Citra satelit menunjukkan sejumlah blok permukiman berubah menjadi puing-puing. Menurut data PBB, sekitar 94 persen lahan pertanian di Gaza Utara mengalami kerusakan hingga Juli 2025.
Aljazeera melaporkan, kondisi tersebut terjadi setelah operasi militer Israel berulang kali menyasar wilayah utara Gaza, disertai pengungsian paksa dan pembatasan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan.
Sejak perang Israel di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, lebih dari 74 ribu warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 175 ribu lainnya terluka. Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah karena banyak orang masih dinyatakan hilang dan tertimbun di bawah reruntuhan.
Sejak gencatan senjata pada Oktober tahun lalu, lebih dari 1.400 warga Palestina juga dilaporkan tewas dan hampir 5.000 lainnya terluka.
Citra satelit tersebut memberikan gambaran visual mengenai luasnya kehancuran di Gaza, dengan kawasan permukiman, fasilitas publik, lahan pertanian, hingga tempat ibadah yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kini banyak yang telah rusak atau hilang. (Miftahul Jannah)