Peneliti Palestina, Yaman, hingga Malaysia Masuk Daftar 63 Pemakalah IACFS 2026
JAKARTA, MUI Digital-- Gelaran International Annual Conference on Fatwa Studies (IACFS) 2026 tidak hanya mendapatkan perhatian akademisi nasional, tetapi akademisi internasional.
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Senin (20/7/2026) resmi mengumumkan 63 pemakalah yang lolos seleksi, di mana sejumlah peneliti dari Palestina, Yaman, Malaysia, Pakistan, hingga Thailand berhasil lolos untuk mengikuti IACFS 2026.
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengungkapkan bahwa keterlibatan peserta mancanegara ini menegaskan skala global dan inklusivitas IACFS 2026. Forum tahunan ini menjadi wadah penting untuk mendiskusikan dinamika hukum Islam di tingkat dunia.
"Forum ini merupakan bagian dari keterbukaan MUI untuk mendengar masukan dari para akademisi, peneliti, dan pengamat, sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap fatwa-fatwa yang telah ditetapkan," ujar Prof Niam kepada MUI Digital, Senin (20/7/2026).
Pada gelaran tahun ini, IACFS 2026 mengusung tema: Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Global dan Keharmonisan Umat atau _The Role of Fatwa in Realizing Global Peace and Ummah Harmony_.
Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini menjelaskan bahwa tema tersebut diangkat sebagai respons langsung atas dinamika internasional yang masih diwarnai konflik serta ketidakstabilan di berbagai kawasan.
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat ini menambahkan, keterlibatan para peneliti mancanegara ini menyaring persaingan yang kian ketat.
Antusiasme peserta tahun ini melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari sekitar 150 peserta pada 2025 menjadi lebih dari 350 pendaftar pada 2026.
Penilaian naskah dilakukan secara komprehensif dengan menekankan aspek kebaruan (novelty), orisinalitas, kesesuaian kajian dengan fatwa yang dibahas, serta kekuatan gagasan dan rekomendasi yang diajukan.
Dari hasil kurasi ketat, terpilih nama-nama peneliti luar negeri seperti Najwa Nayef Abdalnabi Shkokani dari Palestina, Alwi Salim Abdullah Abu Fatim dari Yaman, Naili Sumaiya serta Abdul Hakim dari Universiti Malaya (Malaysia), Rehana Majeed dari Pakistan, hingga Vritta Amroini Wahyudi dari Chulalongkorn University (Thailand).
Mereka akan berbaur dengan puluhan pemakalah terbaik dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset seperti BRIN, hingga pesantren dan Ma'had Aly di Indonesia.
Naskah-naskah terpilih nantinya dipresentasikan dalam lima bidang utama, yakni fatwa akidah dan ibadah; fatwa sosial, kemasyarakatan, dan kemanusiaan; fatwa standar dan produk halal; fatwa ekonomi dan keuangan syariah; serta metodologi fatwa (manhaj al-fatwa).
"Melalui forum ini, kami berharap lahir rekomendasi perbaikan yang berbasis evaluasi akademik, nalar kritis, dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan demi pelayanan yang lebih baik kepada umat, bangsa, dan negara," tegas Prof Niam.
Konferensi internasional ini dijadwalkan berlangsung di JS Luwansa Hotel and Convention Center, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada 26–28 Juli 2026.
Seluruh pimpinan dan anggota Komisi Fatwa MUI dipastikan hadir untuk menyimak presentasi sekaligus memberikan umpan balik langsung.
Bagi masyarakat luas dan kalangan akademisi yang ingin menyimak diskursus hukum Islam berskala internasional ini, MUI juga menyediakan akses jejaring virtual selama acara berlangsung.
*Daftar 63 Pemakalah Lolos IACFS 2026*
Berikut daftar lengkap pemakalah terpilih yang akan mempresentasikan karyanya dalam IACFS 2026:
1. Doni Ekasaputra (Indonesia)-Mahad Aly Salafiyah Syafiíyah Sukorejo Situbondo
2. Rifki Hilman Fauzi (Indonesia)-IPB University, Universitas Al-Azhar Kairo, dan Yayasan Hutan Wakaf Bogor
3. Andi Iswandi (Indonesia)-Universitas PTIQ Jakarta
4. Muhammad Deni Putra (Indonesia)-UIN Mahmud Yunus Batusangkar
5. Wahyu Widodo Saputro (Indonesia)-Institut Nida El-Adabi
6. Husna Ni'matul Ulya (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
7. Husni (Indonesia)-UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Aceh, Indonesia.
8. Refki Saputra (Indonesia)-Sekolah Tinggi Ilmu Syariah AL WAFA Bogor
9. Dr H Rahmat Hidayat, SE, MT (Indonesia)-UIN Jakarta
10. Mochamad Yahya Ghozali (Indonesia)-Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal
11. Fahmi Hasan Nugroho (Indonesia)-Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung
12. Kefi Miftachul Ulum (Indonesia)-Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya
13. Sella Rahma (Indonesia)-MAS Wali Songo Putri Ponorogo
14. Dr. H. Dede Permana, M.A., Abdul Basit, Lc. MH (Indonesia)-UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
15. Naili Sumaiya (Malaysia)-Universiti Malaya
16. Najwa Nayef Abdalnabi Shkokani (Palestina)
17. Siti Roisadul Nisok (Indonesia)-Universitas Gadjah Mada
18. Andi Molawaliada Patodongi (Indonesia) -Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
19. Mahmud Salim (Indonesia)-Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta
20. Abdul Hakim (Malaysia)-University of Malaya
21. Hasan Marzuqi Mu'thi (Indonesia)-Ma'had Aly An-Nur 2
22. Wildan Baehaqi (Indonesia)-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
23. Panji Anugrah (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
24. Ekatul Hilwatis Sakinah (Indonesia)-Universitas Islam Bakti Negara Tegal
25. Munirah (Indonesia)-UIN Palangka Raya, Kalimantan Tengah
26. Ryan Bianda, Ph.D (Indonesia)-Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al Wafa, Bogor
27. Sholahuddin Ashani (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
28. Yoga Saputra (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
29. Prof. Dr. Yuliatin, M.HI (Indonesia)-UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
30. Agus Purwanto (Indonesia)-Universitas Muhammadiyah Surabaya
31. Alwi Salim Abdullah Abu Fatim (Yaman)
32. Rehana Majeed (Pakistan)-Markaz Al Hareem
33. Moh. Mufid (Indonesia)-Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
34. Vritta Amroini Wahyudi (Thailand)-Chulalongkorn University, Thailand
35. Uswatul Wadhichatis Tsaniyah (Indonesia)-DHCI (Digital Humanities Center of Indonesia) and Yayasan Al Ma'ruf
36. Afrida Arinal Muna (Indonesia)-Badan Riset dan Inovasi Nasional
37. Nur Kholisah (Indonesia)-Universitas PTIQ Jakarta
38. Abu Muslim (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Indonesia
39. Muhammad Febriawan Jauhari (Indonesia)-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
40. Irfandi (Indonesia)-UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
41. Muhammad Abdul Aziz (Indonesia)- Universitas PTIQ Jakarta
42. Musyaffa Amin Ash Shabah (Indonesia)-Universitas Islam 45
43. Fathurrochman (Indonesia)-Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
44. As'ad Humam (Indonesia)-Ma'had Aly Nurul Islam
45. Ahmad Mukhlish Sirojuddin (Indonesia)-Ma'had Aly Hasyim Asy'ari
46. Mulizar (Indonesia)-Institut Agama Islam Negeri Langsa
47. Syarif Hidayatullah (Indonesia)-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
48. Silsilu Durrotil Bahiyah (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
49. Nur Ainiyah (Indonesia)-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
50. Syarif Bahaudin Mudore (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung
51. Achmad Ubayu Anandyoga (Indonesia)-Ma'had Aly An-Nur II Al-Murtadlo
52. Abdul Rachman (Indonesia)-Institute For Quranic Studies (IIQ), Jakarta, Indonesia
53. H. Agus Sutisna, S.IP., M.Si (Indonesia)-FISIP Universitas Setia Budhi Rangkasbitung
54. Zezen Zainul Ali (Indonesia)-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
55. Fauziah Wiranti Brilliana, S.H. (Indonesia)-Staf Kantor Notaris Diah Aji Pedana, S.H., M.Kn
56. Abdullah Muis (Indonesia)-Universitas PTIQ Jakarta
57. Sholahuddin Al Fatih (Indonesia)-Faculty of Law, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia
58. SAMSUL ARIFIN (Indonesia)-Universitas Ibrahimy Situbondo & Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo
59. Muhammad Rizky Fadillah (Indonesia)-Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
60. Muhammad Akmalul Rizal (Indonesia)-UIN Mahmud Yunus Batusangkar
61. Prof. Dr. Mudofir, S.Ag., M.Pd (Indonesia)-UIN Raden Mas Said Surakarta
62. Prof. Dr. H.Syamsul Rijal, M.Ag. (Indonesia)-UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia
63. Thoriq Ahmadi (Indonesia)-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta