Lewati ke konten utama
Selasa, 21 Juli 2026 / 6 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Berasal dari Berbagai Negara, Berikut 63 Nama Pemakalah Lolos IACS 2026

5 menit baca 566 dibaca
Logo MUI
Ilustrasi logo MUI. Foto MUI Digital.
Bagikan:

JAKARTA, MUI Digital-- Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi mengumumkan 63 pemakalah yang dinyatakan lolos seleksi dalam International Annual Conference on Fatwa Studies (IACFS) 2026 pada Senin (20/7/2026). 

Para pemakalah terpilih ini berasal dari berbagai negara dan latar belakang instansi, mulai dari mancanegara hingga dalam negeri.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan bahwa antusiasme peserta pada gelaran tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dibandingkan 2025, jumlah peserta meningkat lebih dari tiga kali lipat. Sebelumnya sekitar 150 peserta, sementara tahun ini telah terdaftar lebih dari 350 peserta," ujar Prof Ni'am kepada MUI Digital.

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini mengungkapkan IACFS 2026 mengusung tema "Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Global dan Keharmonisan Umat atau The Role of Fatwa in Realizing Global Peace and Ummah Harmony."

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah ini menjelaskan, tema ini dipilih secara khusus sebagai respons terhadap dinamika internasional yang masih diwarnai berbagai konflik serta ketidakstabilan di sejumlah kawasan dunia.

Lebih lanjut, Prof Niam mengungkapkan, seleksi terhadap seluruh naskah masuk dilakukan secara ketat. 

Penilaian mencakup aspek kebaruan (novelty), orisinalitas, kesesuaian kajian dengan fatwa yang dibahas, serta kontekstualitas gagasan dan rekomendasi yang diajukan.

Dari hasil kurasi mendalam, terpilih 63 pemakalah yang tidak hanya berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara seperti Palestina, Malaysia, Yaman, Pakistan, hingga Thailand.

"Forum ini merupakan bagian dari keterbukaan MUI untuk mendengar masukan dari para akademisi, peneliti, dan pengamat, sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap fatwa-fatwa yang telah ditetapkan," tegasnya.

Konferensi internasional ini membagi kajian ke dalam lima bidang utama, yakni fatwa akidah dan ibadah; fatwa sosial, kemasyarakatan, dan kemanusiaan; fatwa standar dan produk halal; fatwa ekonomi dan keuangan syariah; serta metodologi fatwa (manhaj al-fatwa).

Nantinya, seluruh pimpinan dan anggota Komisi Fatwa MUI dijadwalkan hadir secara langsung untuk mendengarkan paparan naskah serta memberikan umpan balik dalam ruang debat akademik yang sehat. Makalah terpilih juga akan dipublikasikan dalam prosiding maupun jurnal ilmiah.

Rangkaian kegiatan IACFS 2026 sendiri bakal diselenggarakan di JS Luwansa Hotel and Convention Center, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada 26–28 Juli 2026. Bagi masyarakat umum yang tidak dapat hadir secara langsung, MUI menyediakan jejaring virtual untuk mengikuti seluruh sesi konferensi.

*Daftar 63 Pemakalah Lolos IACFS 2026*

Berikut adalah daftar lengkap 63 pemakalah yang dinyatakan lolos dan berhak mempresentasikan karyanya dalam IACFS 2026:

1. Doni Ekasaputra (Indonesia)- Mahad Aly Salafiyah Syafiíyah Sukorejo Situbondo

2. ⁠Rifki Hilman Fauzi (Indonesia)-IPB University, Universitas Al-Azhar Kairo, dan Yayasan Hutan Wakaf Bogor

3. Andi Iswandi (Indonesia)-Universitas PTIQ Jakarta

4. Muhammad Deni Putra (Indonesia)-UIN Mahmud Yunus Batusangkar

5. Wahyu Widodo Saputro (Indonesia)-Institut Nida El-Adabi 

6. Husna Ni'matul Ulya (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

7. Husni (Indonesia)-UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Aceh, Indonesia.

8. ⁠Refki Saputra (Indonesia)-Sekolah Tinggi Ilmu Syariah AL WAFA Bogor

9. ⁠Dr H Rahmat Hidayat, SE, MT (Indonesia)-UIN Jakarta

10. Mochamad Yahya Ghozali (Indonesia)-Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal

11. Fahmi Hasan Nugroho (Indonesia)-Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung

12. Kefi Miftachul Ulum (Indonesia)-Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya

13. Sella Rahma (Indonesia)-MAS Wali Songo Putri Ponorogo

14. Dr. H. Dede Permana, M.A., Abdul Basit, Lc. MH (Indonesia)-UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

15. Naili Sumaiya (Malaysia)-Universiti Malaya

16. Najwa Nayef Abdalnabi Shkokani (Palestina)

17. Siti Roisadul Nisok (Indonesia)-Universitas Gadjah Mada

18. Andi Molawaliada Patodongi (Indonesia) -Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

19. Mahmud Salim (Indonesia)-Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

20. Abdul Hakim (Malaysia)-University of Malaya

21. Hasan Marzuqi Mu'thi (Indonesia)-Ma'had Aly An-Nur 2

22. Wildan Baehaqi (Indonesia)-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

23. Panji Anugrah (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

24. Ekatul Hilwatis Sakinah (Indonesia)-Universitas Islam Bakti Negara Tegal

25. Munirah (Indonesia)-UIN Palangka Raya, Kalimantan Tengah

26. Ryan Bianda, Ph.D (Indonesia)-Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al Wafa, Bogor

27. Sholahuddin Ashani (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

28. Yoga Saputra (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

29. Prof. Dr. Yuliatin, M.HI (Indonesia)-UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

30. Agus Purwanto (Indonesia)-Universitas Muhammadiyah Surabaya

31. Alwi Salim Abdullah Abu Fatim (Yaman) 

32. Rehana Majeed (Pakistan)-Markaz Al Hareem

33. Moh. Mufid (Indonesia)-Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

34. Vritta Amroini Wahyudi (Thailand)-Chulalongkorn University, Thailand

35. Uswatul Wadhichatis Tsaniyah (Indonesia)-DHCI (Digital Humanities Center of Indonesia) and Yayasan Al Ma'ruf

36. Afrida Arinal Muna (Indonesia)-Badan Riset dan Inovasi Nasional

37. Nur Kholisah (Indonesia)-Universitas PTIQ Jakarta 

38. Abu Muslim (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Indonesia

39. Muhammad Febriawan Jauhari (Indonesia)-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

40. Irfandi (Indonesia)-UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

41. Muhammad Abdul Aziz (Indonesia)- Universitas PTIQ Jakarta

42. Musyaffa Amin Ash Shabah (Indonesia)-Universitas Islam 45

43. Fathurrochman (Indonesia)-Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

44. As'ad Humam (Indonesia)-Ma'had Aly Nurul Islam

45. Ahmad Mukhlish Sirojuddin (Indonesia)-Ma'had Aly Hasyim Asy'ari

46. Mulizar (Indonesia)-Institut Agama Islam Negeri Langsa

47. Syarif Hidayatullah (Indonesia)-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

48. Silsilu Durrotil Bahiyah (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

49. Nur Ainiyah (Indonesia)-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

50. Syarif Bahaudin Mudore (Indonesia)-Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung 

51. Achmad Ubayu Anandyoga (Indonesia)-Ma'had Aly An-Nur II Al-Murtadlo

52. Abdul Rachman (Indonesia)-Institute For Quranic Studies (IIQ), Jakarta, Indonesia

53. H. Agus Sutisna, S.IP., M.Si (Indonesia)-FISIP Universitas Setia Budhi Rangkasbitung 

54. Zezen Zainul Ali (Indonesia)-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

55. Fauziah Wiranti Brilliana, S.H. (Indonesia)-Staf Kantor Notaris Diah Aji Pedana, S.H., M.Kn

56. Abdullah Muis (Indonesia)-Universitas PTIQ Jakarta

57. Sholahuddin Al Fatih (Indonesia)-Faculty of Law, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

58. SAMSUL ARIFIN (Indonesia)-Universitas Ibrahimy Situbondo & Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

59. Muhammad Rizky Fadillah (Indonesia)-Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

60. Muhammad Akmalul Rizal (Indonesia)-UIN Mahmud  Yunus Batusangkar

61. Prof. Dr. Mudofir, S.Ag., M.Pd (Indonesia)-UIN Raden Mas Said Surakarta

62. Prof. Dr. H.Syamsul Rijal, M.Ag. (Indonesia)-UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia

63. Thoriq Ahmadi (Indonesia)-UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Sadam/Azhar)