Sampaikan Tahniah Gelar Doktor Kepala Kantor MUI, Buya Sekjen: Semoga Menginspirasi
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan menyampaikan tahniah atas diraihnya gelar Doktor dalam bidang Ilmu Manajemen oleh Kepala Kantor MUI, Dr Kurnia, setelah melalui sidang terbuka promosi Doktor dengan hasil yang sangat memuaskan.
Pada Senin, 30 Maret 2026, Kurnia berhasil dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia Y A I dengan disertasi berjudul: Determinan Komitmen Organisasional dan Implikasinya terhadap Perilaku Inovatif Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Islam Jakarta.
"Kami menyampaikan tahniah kepada Kepala Kantor MUI Pusat Dr Kurnia yang telah meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonedia Y A I Semoga capaian akademik tertinggi ini memberikan keberkahan dan menjadi inspirasi bagi pegawai dan staf MUI untuk terus meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan formal maupun non-formal," kata Buya Amirsyah Tambunan kepada MUI Digital, di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
Buya Amirsyah merasa bersyukur dan bangga dengan capaian yang diraih oleh Kurnia, yang dalam kesibukannya berkhidmat mengelola Sekretariat MUI tidak menjadikan penghalang untuk terus menuntut ilmu dan meraih prestasi akademik.
Buya Amirsyah berharap, capaian yang diraih Kurnia bisa membawa dampak linear terhadap peningkatan kualitas tata kelola Sekretariat MUI, dengan menambah manfaat dan keberkahan dalam menjalankan tugas-tugas organisasi ke depan.
“Kami berharap Dr Kurnia dapat mengimplementasikan kebaruan risetnya demi kemajuan umat dan bangsa,” tutur dia.
Sebagai jantung manajerial dan motor organisasi MUI, Buya Amirsyah menilai Sekretariat MUI membutuhkan sentuhan manajemen yang saintifik, modern, akuntabel dan transparan guna merespons tantangan zaman yang semakin kompleks.
Baca juga: Pengakuan Jurnalis India Ini Indikasikan Kuatnya Sensor Israel Atas Dampak Serangan Iran
"Dewan Pimpinan MUI berkomitmen untuk terus mendorong seluruh jajaran pengurus, pegawai dan staf meningkatkan kompetensi dan integritas diri melalui jalur pendidikan formal maupun non-formal," ujar dia.
Nilai Islami
Kepada MUI Digital di Jakarta, Sabtu (4/4/2026), Kurnia menjelaskan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komitmen organisasional dalam memediasi kepemimpinan Islami, berbagi pengetahuan, dan literasi digital terhadap perilaku inovatif tenaga kesehatan pada Rumah Sakit Islam Jakarta.
Dia menjelaskan, metode penelitian yang digunakan adalah metode survei deskriptif dan survei eksplanatori dengan populasi berjumlah 1.396 dan ukuran sampel sebesar 250 responden, dengan metode pengambilan proportional random sampling.
“Pengumulan data menggunakan kuesioner skala likert dan metode analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM),” kata dia.
Menurut Kurnia, temuan hasil penelitian ini menunjukkan kepemimpinan Islami, berbagi pengetahuan, dan literasi digital baik secara parsial maupun simultan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional tenaga kesehatan dengan kontribusi 76 persen.
“Kepemimpinan Islami sebagai variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap komitmen organisasional,” tutur dia.
Dia mengungkapkan, kepemimpinan Islami, berbagi pengetahuan, literasi digital dan komitmen organisasional baik secara parsial maupun simultan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku inovatif tenaga kesehatan dengan kontribusi 68 persen.
Baca juga: Mantan Menlu Inggris Hague: Trump Lakukan Kesalahan Strategis Perangi Iran
“Literasi digital sebagai variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap perilaku inovatif,” ujar dia menjabarkan.
Dia menemukan komitmen organisasional menjadi mediasi parsial atas pengaruh variabel eksogen kepemimpinan Islami dan literasi digital terhadap perilaku inovatif, tetapi tidak terbukti untuk variabel eksogen berbagi pengetahuan.
Sementara implikasi manajerial hasil penelitian adalah variabel paling dominan mempengaruhi perilaku inovatif tenaga kesehatan Rumah Sakit Islam Jakarta adalah literasi digital dengan dimensi yang paling merefleksikan adalah keterampilan sosio-emosional dengan indikator meningkatkan kewaspadaan sosial.
Sedangkan variabel yang paling dominan mempengaruhi komitmen organisasional tenaga kesehatan Rumah Sakit Islam Jakarta, kata Kurnia, adalah kepemimpinan Islami dengan dimensi yang paling merefleksikan adalah amanah dengan indikator tanggung jawab.
“Temuan penting lainnya dalam penelitian ini variabel komitmen organisasional hanya berperan sebagai parsial mediating,” ujar dia.
Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Persada Indonesia Y A I Prof Nandan Limakrisna menjadi Penanggung Jawab/Ketua Sidang Terbuka Disertasi.
Baca juga: 'Selamat Datang ke Neraka', Media Iran Ini Beri Peringatan ke AS Soal Rencana Invasi Darat
Nandan didampingi Sekretaris Sidang Dr Nana Trisnawati, Ketua Tim Promotor Prof Anoesyirwan Moeins, dan anggota Tim Promotor Dr Alex Zami serta 0ponen Ahli yaitu Dr Rahayu Endang Suryani.
Dalam sidang yang digelar secara terbuka tersebut, Kurnia berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan para penguji. Berdasarkan hasil penilaian penguji, Kurnia dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude, memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Capaian ini diselesaikan Kurnia dalam waktu 5 Semester 1 Bulan.
Dengan hasil yang sangat gemilang itu, Kurnia dikukuhkan sebagai Doktor ke-555 Universitas Persada Indonesia Y A I.